Perusahaan Diminta Patuhi UMK 2019


PATI (MERAPI) – Ketua Federasi Serikat Pekerja Keadilan Pati, Ahmadi mengingatkan pimpinan perusahaan agar menggaji pekerja sesuai Upah Minimum Kabupaten. “Usulan UMK Pati 2019, sudah dilaporkan Gubernur Jateng. Jika nanti keputusan UMK Pati turun, maka harus dilaksanakan sesuai ketentuan” ujarnya Kamis (8/11).

Ahmadi memperingatkan lagi, dalam penggajian sesuai UMK 2019 jangan sampai ada tebang pilih. “Selama ini, yang dijadikan patokan untuk bayar gajih sesuai UMK hanya perusahan besar. Tetapi perusahan dibawah standar, dibiarkab tidak menerapkan. Pemberlakuan hukum harus ditegakkan” tandasnya.

Sementara itu, pemkab Pati menskenariokan akan menaikkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2019. Rencana kenaikan itu sudah diusulkan ke Gubernur Jawa Tengah. Diperkirakan, gubernur Ganjar Pranowo sudah mengeluarkan UMK Pati pada akhir November ini.

Kabid Hubungan Industrial Disnaker Pati, Hendri Kristiyanto mengatakan, jika usulan UMK terjadi penambahan dari tahun sebelumnya. UMK 2018 sebesar Rp Rp 1.585.000. Namun UMK 2019 nanti dipastikan meningkat. “Pengusulan UMK sudah disetujui dewan pengupahan. Yaitu dari perusahaan, pekerja, BPS,” jelasnya tanpa menyebutkan besaran UMK 2019.

Menurut Hendri Kristiyanto, usulan UMK Pati ke gubernur Ganjar Pranowo, merupakan tercepat kedua se Jateng. Ini harus diapresiasi karena hal tersebut merupakan gambaran jika pembahasan UMK di Pati tidak ada kendala dan berjalan secara kondusif.

Sebelumnya, dewan pengupahan menggelar sidang penghitungan UMK ketika akan diusulkan ke gubernur. Penghitungan mengacu dengan rumusan indikator yang mempengaruhi inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi. Besaran inflasi menurut BPS 2,88 persen sedangkan inflasi pertumbuhan ekonomi 5,15 persen.

Perhitungan juga ditambah dengan kekurangan pemenuhan kebutuhan hidup layak (KHL) tahun sebelumnya, yakni sekitar 1,87 persen, yang kemudian dimasukkan UMK 2019. (Cuk)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
BERISI DUIT RP 220 JUTA – Ditinggal Salat, Tas Hilang

PATI (MERAPI) - Kamari (51) seorang guru desa Wuwur kecamatab Gabus kehilangan sejumlah harta benda bernilai ratusan juta. Tas milik

Close