Konflik Retno dengan Apotek K-24 Berakhir Damai

 

Retno Rosyati (kanan) dan pengacaranya Bedi memberi keterangan pers.(MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Retno Rosyati (kanan) dan pengacaranya Bedi memberi keterangan pers.(MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANGUNTAPAN (MERAPI) – Konflik antara pengusaha Retno Rosyati SE MM (30) warga Dusun Demangan Bangunharjo Sewon Bantul dengan manajemen waralaba Apotek K-24 selesai dengan jalan damai. Kedua belah pihak sepakat menandatangani berita acara perdamaian dan mengakhiri perseteruan sejak 2014 silam.

“Setelah melalui musyawarah mufakat, kami sepakat permasalahan ini diselesaikan secara damai dan tidak mencari siapa yang salah atau siapa yang benar,” ujar Bedi Setiawan Al-Fahmi SH MKn, kuasa hukum Retno Rosyati kepada wartawan dalam keterangannya pers di Warung Watu Lumpang Banguntapan Bantul, Kamis (8/11).

Dengan terjadinya perdamaian, pihak Retno memutuskan tidak akan mengambil langkah praperadilan atas penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) oleh Polda DIY atas laporan pidana yang telah dilaporkan. Saat itu pada 16 Februari 2016, Retno melaporkan Direktur PT K24 Indonesia, Gideon Hartono ke Polda DIY atas dugaan penipuan dan penggelapan.

Kasus tersebut terjadi dari rencana kerja sama Retno dengan PT K24 Indonesia untuk membuka gerai apotek di daerah Gombong, Kebumen. Untuk modal pendirian, Retno menyerahkan uang Rp 1,3 miliar. Tetapi sampai sekitar satu tahun, apotek tidak kunjung dibuka karena ada kendala perizinan di tingkat pemerintah daerah di Kebumen.

Selanjutnya Retno melaporkan kasus tersebut ke kepolisian. Dari laporannya pada 31 Oktober 2017, status perkara dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan. Anehnya selang empat bulan kemudian, Ditreskrimum Polda DIY mengeluarkan SP3 dengan alasan tidak ditemukan unsur pidana penipuan dan penggelapan.

Merasa dirugikan, pihak PT K24 Indonesia melaporkan balik Retno ke Polda DIY pada Oktober 2017. Laporan dilakukan karena Retno dinilai telah melakukan pencemaran nama baik.
Tetapi dengan adanya perdamaian, pihak Retno berharap pihak PT K24 akan mencabut laporan atas dirinya. “Dengan begitu kami pun tidak akan mengajukan gugatan praperadilan dan permasalahan selesai,” lanjut Bedi menjelaskan.

Disebutkan, dalam kesepakatan damai, Retno Rosyati juga menyampaikan permohonan maaf atas perbuatannya. Sampai saat ini pihaknya masih berminat membuka apotek tetapi hingga saat ini ia tengah fokus bisnis di dunia besi dan baja.

Sementara Head of Legal Department PT K24 Indonesia, Grace A Senggu saat dikonfirmasi belum bersedia memberikan keterangan apapun soal perdamaian tersebut. “Untuk saat ini kami belum memberikan statement apapun, nanti kami akan sampaikan,” jelasnya. (C-5)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Pengangguran Cabuli Anak

  KASUS pencabulan dengan korban anak di bawah umur, tak boleh diselesaikan secara kekeluargaan. Pelaku harus diproses hingga ke pengadilan.

Close