PELEMPARAN KACA MOBIL TERJADI LAGI-Aksi Klitih Bikin Sopir Truk Trauma

KALASAN (MERAPI)- Belum genap seminggu, aksi klitih dengan modus melempar kaca mobil kembali terjadi di Sleman. Setelah akhir pekan lalu di Seyegan, kali ini terjadi di Kalasan, Selasa (6/11) malam. Beruntung korban yang merupakan sopir truk tak sampai terluka, meski dia masih trauma dan syok.
Kapolsek Kalasan Kompol Partono kepada wartawan, Rabu (7/11)menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Yogya-Solo, tepatnya Dusun Bendan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Selasa (6/11) pukul 20.15 WIB.
“Beruntung tidak ada korban luka dalam kejadian itu, karena batu yang dilempar tidak sampai tembus ke dalam mobil,” beber Partono.
Menurutnya, kejadian itu bermula saat korban Sugeng (40) warga Gancahan, Sidomulyo, Godean mengendarai truk boks melaju dari arah Solo ke Yogya. Sebelum sampai di lokasi kejadian, korban melihat dari kejauhan motor Honda Beat berada di selatan jalan.
“Pengendara sepeda motor itu diperkirakan masih berusia SMP,” katanya.

Kemudian tiba-tiba, saat korban mulai mendekat, sepeda motor tersebut dipacu ke arah timur dengan melawan arus lalu lintas. Saat motor dan mobil berpapasan itulah pembonceng motor langsung melempar batu hingga mengenai kaca depan truk boks.
Usai kejadian itu, korban lantas menepikan kendaraannya, kemudian melapor ke Polsek Kalasan. “Masih kita selidiki kasus lempar batu itu, kita periksa korban dan melakukan olah TKP di lokasi kejadian,” katanya.
Saat diperiksa polisi, korban terlihat syok dan trauma. Menurut Partono, guna mencegah terjadinya peristiwa serupa, jajaran Polsek Kalasan gencar melakukan patroli di jam-jam rawan. “Patroli akan kami tingkatkan, baik secara terbuka maupun tertutup, di jam rawan dan di tempat-tempat sepi,” pungkasnya.

Kejadian ini menjadi yang kedua di Sleman selama sepekan ini. Sebelumnya, aksi pelemparan batu tersebut mengenai Khairul Ihwan (38) warga Parakan Wetan, Sendangsari Minggir pada Minggu (4/11) pagi lalu. Saat itu korban dalam perjalanan dari Semarang ke Godean, dengan mobil Daihatsu Gran Max NoPol AB 8242 AU.
Sesampainya di Dusun Gendengan Grogol Margodadi Seyegan Sleman, korban berpapasan dengan gerombolan pelaku yang berboncengan empat sepeda motor. Saat berpapasan itulah para pelaku langsung melempar konblok ke arah mobil hingga masuk ke dalam mobil dan melukai korban.(Shn)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Honor Guru Tidak Tetap di Kulonprogo Dinaikkan

WATES (MERAPI) - Pemerintah Kabupaten Kulonprogo akan menaikkan honor guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap dari Rp 750 ribu

Close