2 PELAKU DIBEKUK POLISI-Pengedar Pil Koplo Ngaku Dipasok Pelayar

MERAPI-AMIN KUNTARI Ungkap kasus penyalahgunaan obat terlarang dengan tersangka Un dan AG di Mapolres Kulonprogo.
MERAPI-AMIN KUNTARI
Ungkap kasus penyalahgunaan obat terlarang dengan tersangka Un dan AG di Mapolres Kulonprogo.

SENTOLO  (MERAPI) – Dua pengedar pil koplo jenis Yarindo berhasil dibekuk petugas Sat Narkoba Polres Kulonprogo di wilayah Kecamatan Sentolo, pada waktu berbeda. Seorang di antaranya berinisial Un (21), warga Tlogolelo, Hargomulyo, Kokap, kemudian lainnya berinisial AG (22), warga Giyoso, Salamrejo, Sentolo.
Saat merilis kasus ini di Mapolres Kulonprogo, Senin (5/10), Kasat Narkoba Polres Kulonprogo, AKP Munarso menjelaskan, Un yang merupakan pemuda pengangguran, ditangkap petugas pada 6 September lalu. Dari tangannya, petugas menyita Pil Yarindo 102 butir, tiga butir lain dikemas terpisah, bungkus rokok untuk menyimpan Yarindo, KTP, HP dan uang tunai Rp 236.000
“Ia mengaku baru mengedarkan Yarindo dua bulan, tapi berdasarkan penyelidikan kami, pelaku sudah menjalankan aksinya sekitar empat bulan,” kata AKP Munarso.

Kepada petugas, Un mengaku mendapatkan Yarindo dari rekannya yang bekerja di kapal pesiar. Saat mengunjungi Un, ia memasok Pil Yarindo untuk diedarkan.
Kemudian kasus kedua dengan tersangka AG, diungkap petugas 24 September kemarin. Dari tangan pekerja lepas ini, petugas menyita Pil Yarindo 30 butir, 70 butir dan 90 butir dalam kemasan terpisah. Barang bukti lain yang juga diamankan yakni toples bening, motor, HP dan uang tunai Rp 415.000.
“Baik Un maupun AG menjual Pil Yarindo dengan cara bertemu pembeli. Seluruh konsumennya sudah dikenal lebih dulu,” jelas AKP Munarso.
Selain mengedarkan Pil Yarindo, ujar Munarso, Un dan AG juga mengonsumsi obat terlarang tersebut. Saat dimintai keterangan, AG mengaku sudah mengetahui efek buruk Pil Yarindo namun tetap nekat mengonsumsinya.
“Saya menyesal sekarang,” ucapnya.
Petugas kemudian menjerat Un dan AG dengan Pasal 196 dan Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. (Unt)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-SAMENTO SIHONO Ratusan warga memadati sentra pelayanan SIM Polres Sleman, untuk mengurus permohonan SIM baru maupun perpanjangan
PENGAJUAN SIM MENINGKAT DRASTIS-Musim Cegatan, Ramai-ramai Bikin SIM Baru

SLEMAN (MERAPI)- Sepekan digelar Operasi Zebra Progo 2018, pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) di Kabupaten Sleman, melonjak drastis. Alasannya, mayoritas

Close