HARGA TIKET MAGUWOHARJO NAIK – Madura FC Tebar Ancaman ke PSS

 

SLEMAN (MERAPI) -PSS Sleman akan menghadapi Madura FC di pekan ke-3 Babak 8 Besar Liga 2 Selasa (6/11) besok. Jelang bentrok, Madura FC mulai sesumbar bakal menahan gempuran PSS yang membutuhkan kemenangan agar menjaga asa lolos ke semifinal.

Salahudin, Pelatih Madura FC, menyebut kelemahan PSS ada di lini tengah dan akan ia eksploitasi dengan menumpuk para gelandang. Salahudin menegaskan siapa yang merebut lini tengah akan memenangkan pertandingan.

Tim Pelatih PSS tenang menanggapi komentar calon lawannya. Pelatih Kepala PSS, Seto Nurdiyantoro, membenarkan bahwa lini tengah memang memegang kunci memenangkan pertandingan. Ia mengaku pembenahan lini tengah PSS sejauh ini sudah cukup baik. Para pemain sudah mulai mengerti akan kesalahan saat menghadapi Persiraja Banda Aceh terutama soal kerapatan antarpemain. Seto juga sudah menyiapkan taktik menghadapi tumpukan gelandang Madura FC yang Salahudin janjikan.

“Saya tahu mereka (Madura) punya gelandang yang cukup baik dan berkualitas. Kami juga sudah siapkan taktik, apakah tiga atau empat gelandang nanti tergantung situasi terakhir. Kami menunggu laporan siapa-siapa saja yang fit dan siap untuk diturunkan. Selebihnya nanti lihat saja di lapangan,” jawab Seto, Minggu (4/11) petang.

Sebelumnya Salahudin menegaskan sudah mengantungi kelemahan PSS di lini tengah. Absennya Arie Sandy hingga akhir musim lalu kondisi Dave Mustaine yang belum fit benar adalah angin segar bagi Madura FC. Ditambah lagi dengan buruknya determenasi Busari saat menghadapi Persiraja yang membuat Amarzukih kepayahan menjaga kedalaman lini tengah bagi Salahudin wajib dieksploitasi Faris Aditama dan kawan-kawan. “Jadi karena itulah saya mau menumpuk gelandang di tengah agar alur serangan mereka tidak sederas biasanya. Kami sudah persiapkan semuanya di Sleman besok,” tegasnya.

Selain gelandang, Tim Pelatih PSS juga membenahi kerapatan di lini belakang yang tampil kurang baik di dua pertandingan babak 8 besar melawan Persita dan Persiraja. Selama dua pertandingan, Seto memasang dua pilihan berbeda. Saat menghadapi Persita, Pelatih asal Kalasan ini memasang Ikhwan Ciptady dan Asraq Gufron sedangkan saat melawat ke Stadion Dhimurthala melawan Persiraja ia memasang duet Ikhwan Ciptady dan Jodi Kustiawan. Dua formulasi bek tengah itu masih menyisakan banyak lubang. Meski saat latihan menunjukkan kekompakkan, di dalam pertandingan duet itu masih belum teruji betul dan membutuhkan jam terbang. Seto enggan membeberkan program seperti apa yang ia usung untuk melatih kekompakkan antarlini dan antarpemain ini.

Di luar lapangan, manajemen dan panpel PSS sepakat menaikkan harga tiket di Stadion Maguwoharjo untuk pertandingan melawan Madura FC. Membengkaknya pengeluaran selama babak 8 besar ditambah tidak jelasnya kompensasi siaran langsung televisi jadi alasan utama dinaikkannya harga tiket sebesar Rp 5 ribu di masing-masing tribun itu. Khusus kompensasi, manajemen, melalui Direktur Operasional PT PSS, Rumadi membeberkan fakta yang cukup mengejutkan di mana tak menerima kompensasi disiarkannya tiap laga kandang sejak kompetisi Liga 2 2017 lalu dan berlanjut pada musim kompetisi saat ini. “Siaran langsung tidak memberikan kontribusi bagi tim dan malah merugikan karena terlalu sering siaran langsung tapi tim tidak mendapat kompensasi berupa hak siar,” keluh Rumadi.

Ketua Panpel PSS Sleman, Jaguar Tominangi, mengamini Rumadi. Sebelum kompetisi pria yang akrab disapa Jenggo itu sempat mengikuti workshop yang digelar PT LIB selaku operator kompetisi. Dalam workhsop tersebut ia menanyakan soal pembagian hak siar yang musim lalu yang tidak memberi kontribusi pada tim. “Tapi hingga sekarang saya tidak mendapat jawaban yang pasti. Dalam perkembangannya, PSS sering dirugikan karena pertandingan kandang terlalu sering disiarkan, tapi tidak ada pemasukan bagi tim,” tegasnya. (Des)

Read previous post:
Pemkot Yogya Tetap Anggarkan Jamkesda

UMBULHARJO (MERAPI) - Meskipun tahun 2019 jaminan kesehatan pemerintah terintegrasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, tapi Pemkot Yogyakarta

Close