SETO YAKIN LOLOS KE SEMIFINAL – PSS Kejar Poin di Kandang

 

SLEMAN (MERAPI) – Satu poin dari dua pertandingan tandang merupakan hasil buruk bagi tim sekelas PSS Sleman. Diisi banyak pemain bintang seperti Christian Gonzales, Rifal Lastori, Slamet Budiono, Dave Mustaine, Bagus Nirwanto, Busari, dan Rossy Noprihanis, PSS kini malah menghuni dasar klasemen sementara Grup B babak 5 besar Liga 2 setelah ditahan seri Persita Tangerang lalu kalah dari Persiraja Banda Aceh. Pelatih Kepala PSS, Seto Nurdiyantoro, menepis anggapan PSS tengah krisis. Ia masih yakin PSS bisa lolos ke fase selanjutnya.

“Masih ada tiga pertandingan kandang, yang terdekat lawan Madura. Dua lainnya lawan Persita dan Persiraja. Kami akan berupaya maksimalkan laga kandang, sapu bersih. Syaratnya kalau mau lolos harus bisa memanfaatkan momentum ini (laga kandang). Tidak ada yang tidak mungkin,” tegas Seto Jumat (2/11).

Namun bukan berarti PSS akan mudah mendapatan poin di kandang sendiri, terlebih lawan yang akan dihadapi Selasa (6/11) mendatang adalah Madura FC yang mampu mengalahkan Bagus Nirwanto dkk di Stadion Maguwoharjo saat babak penyisihan grup putaran pertama. Laga yang dimenangkan Madura FC 2-1 itu memang tak bisa dijadikan ukuran karena kekuatan kedua tim tak lagi sama. Di atas kertas, PSS punya skuad yang jauh lebih bagus dibanding putaran pertama Liga 2. Begitu juga Madura FC yang memperkuat tim dengan mendatangkan pemain tipikal bertahan seperti Soni Setiawan, Erwin Gutawa, dan Obet Rivaldo. Seto pun membenarkan hal ini.

“Tidak bisa jadi ukuran juga karena setiap tim, termasuk kami, juga melakukan pembenahan dengan mendatangkan pemain. Tapi akan kami pelajari bagaimana mereka (Madura FC) saat ini sembari kami melakukan evaluasi setelah kalah dari Persiraja. Cukup banyak PR-nya di pertandingan kandang besok sebenarnya, ada dua yang kami catat, soal gelandang dan lini sayap yang kurang memberi tekanan,” sambung Seto.

Di luar faktor non teknis seperti tidak ratanya lapangan, kekalahan kemarin didapat dari dua kelemahan yang berefek pada tak jalannya skema permainan di lini tengah dan barisan pertahanan. Seto mencatat bahwa kerapatan lini tengah jadi kelemahan besar yang membuat para penggawa Persiraja mampu leluasa mendikte permainan dan melepaskan banyak ‘through pass’ ke kotak penalti. Saat menguasai bola dan melakukan serangan, lini sayap kurang memberi tekanan hingga mudah dipatahkan. Tercatat hanya dua kali ‘crossing’ dari sayap yang tepat menuju Christian Gonzales dan menghasilkan peluang.

“Kami sedang memperbaiki skema lini tengah saat bertahan. Belum cukup rapat kemarin, jadinya kebobolan dua gol. Lalu di daerah sayap juga sedang kami benahi, bagaimana caranya menekan terus dan bisa umpan ke kotak penalti. Konsentrasi dan fokus pemain juga jadi masalah sendiri,” sambung Pelatih asal Kalasan ini.

Laga melawan Persiraja kemarin juga memperlihatkan bagaimana lini tengah sangat kehilangan sosok Arie Sandy. Daya jelajah Amarzukih yang diplot menjadi gelandang ‘destroyer’ belum cukup mampu merusak irama permainan lawan. PSS butuh sosok seperti Arie yang tak takut bertarung dengan pemain tengah yang punya kecepatan dan determenasi tinggi. Di Madura FC ada Faris Aditama dan Dedi Cahyono Putra yang punya karakter seperti Zamrony, kreator serangan Persiraja, yang harus dihentikan dengan segala cara. Sayang Arie Sandy sendiri harus menepi minimal tiga minggu karena cedera lutut. Di bangku cadangan PSS ada nama Taufiq Febrianto yang setipe dengan Arie Sandy.

“Masih ada Taufiq di bangku cadangan tapi belum cocok sama Amarzukih. Jam terbangnya juga belum banyak menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi. Jelas kami kehilangan Arie Sandy, tapi mau bagaimana lagi kami maksimalkan pemain yang ada. Saya harap anak-anak termotivasi mendapatkan poin penuh di kandang apalagi menghadapi Madura besok,” harapnya. (Des)

Read previous post:
LIGA 2 SLEMAN SEMBADA – Tunas Muda LDII Banding Keputusan Komdis

  SLEMAN (MERAPI) - Tunas Muda LDII melakukan banding terhadap keputusan Komisi Disiplin (Komdis) Askab PSSI Sleman yang menjatuhkan empat

Close