Pembunuh Janda Jumiyati Dituntut 10 Tahun Penjara

BANTUL (MERAPI)- Seorang satpam sebuah SMP Negeri di Yogya, Sup bin Trisno Hartoyo (48) warga Mendungan II Margoluwih, Seyegan, Sleman, pelaku pembunuhan janda Jumiyati alias Menik warga Pandak, Bantul dituntut 10 tahun penjara potong masa tahanan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Kamis (1/11). Pelaku menghabisi pacar gelapnya itu karena kesal dimintai membelikan motor.
Pria beristri dua ini pun dijerat dengan pasal 339 KUHP dan 338 KUHP karena telah melakukan pembunuhan serta merampas sepeda motor dan HP milik kekasih gelapnya itu. Atas tuntutan tersebut, terdakwa melalui penasihat hukumnya Suhu W Cipta Hutama SH dan R Widhie Arie Sulistyo SH MHum akan menyampaikan pledoi pada sidang selanjutnya.
Dalalm uraian tuntutan jaksa Wahyu Dwi Oktafianto SH yang dibacakan di hadapan majelis hakim diketuai Sri Wijayadi Tanjung SH terungkap, semula terdakwa berkenalan dengan korban melalui media sosial Facebook pada 25 Mei 2018. Hubungan keduanya berlanjut ke arah pacaran. Padahal, pelaku sudah memiliki anak dan bahkan 2 istri.

Kemudian keduanya janjian bertemu di perempatan Ganjuran Bambanglipuro Bantul. Selang dua hari kemudian, terdakwa bertemu dengan korban dan mengajak belanja ke Swalayan WS di Jalan Godean. Saat itu korban dibelikan pakaian.
Setelah itu di lain hari, keduanya kembali bertemu di depan RS PKU Muhammadiyah Bantul. Korban meminta terdakwa mengantar mengecek dagangan minuman Milagros di Cepit dan di Jalan Wates menggunakan motor Honda Scoopy milik korban. Korban memang bekerja sebagai sales minuman tersebut. Setelah itu keduanya jalan-jalan menuju Alun-alun Utara Yogyakarta. Dalam perbincangan di jalan, korban meminta terdakwa membelikan sepeda motor Yamaha NMAX.
Kemudian keduanya berboncengan meninggalkan Alun-alun Utara lewat Jalan Imogiri Timur dan sempat berhenti di Lapangan Trimulyo. Di tempat itu korban kembali meminta dibelikan motor NMAX sambil memukul terdakwa dengan helm. Karena kesal, terdakwa melanjutkan perjalanan menuju ke POM Bensin Patalan, Bantul untuk mengisi bensin sebelum berniat mengantarkan pulang ke rumah.

Korban kemudian mengajak terdakwa untuk mampir ke rumah temannya di Cepoko melewati jalan sebelah utara Kantor Desa Patalan. Tetapi sampai di bulak sawah Cepoko, korban meminta berhenti untuk buang air kecil. Setelah itu keduanya duduk-duduk di gubug dan korban kembali minta dibelikan sepeda motor NMAX.
Merasa ditekan, terdakwa emosi dan mendorong korban hingga jatuh ke tanah. Melihat potongan kayu, terdakwa mengambil dan memukul ke arah wajah korban satu kali. Saat korban jatuh terlungkup, terdakwa kembali memukul kepala bagian belakang sekali hingga korban tak bergerak dan diketahui meninggal dunia. Setelah membunuh korban, terdakwa lalu mengambil sepeda motor Honda Scoopy dan HP Samsung Galaxy Ace 1 untuk dimiliki.
Seperti diketahui, pelaku diamankan di persembunyianya di Dusun Bopongan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Minggu (3/6) lalu. Terdakwa yang sudah memiliki 2 orang istri itu mengaku nekat menghabisi kekasihnya itu karena kesal dimintai uang.(C-5)

Read previous post:
Mbok Sudariyah Kini Miliki Jamban Sehat

GAMPING (MERAPI) - TMMD Reguler ke-103 Tahun 2018 Kodim 0732/Sleman, benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Kabupaten

Close