Batasi Penggunaan Gawai pada Anak, Orangtua Harus Beri Keteladanan

Para narasumber dalam seminar mencerdaskan perempuan melalui teknologi informasi. (MERAPI-TRI DARMIYATI)
Para narasumber dalam seminar mencerdaskan perempuan melalui teknologi informasi. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

PERKEMBANGAN perangkat teknologi informasi seperti telepon seluler dan internet bak dua sisi mata pisau. Di satu sisi memberikan manfaat dan di sisi lain bisa memberikan dampak buruk. Terutama di kalangan anak-anak perlu mendapatkan pendampingan dari orangtua dalam penggunakan gawai. Untuk itu perempuan dalam keluarga juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam pemakaian gawai secara bijak. Termasuk memberikan keteladanan kepada anak-anak.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarkat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Yogyakarta Octo Noor Arafat, kecanggihan ponsel pintar sering membuat kita menjadi terlalu lekat dan fokus dengan ponsel, sehingga melupakan orang-orang sekitar. Untuk itu perempuan khusunya ibu dalam rumah tangga bisa memperhatikan sekaligus bisa menggunakan ponsel sesuai waktu yang dibutuhkan.

“Kadang terlalu asyik dengan ponsel dan mengabaikan kebersamaan orang-orang sekitar. Terutama anak. Jangan sampai gawai ini menjauhkan yang dekat atau membuat anak kecanduan menggunakannya,” terang Octo di sela seminar mencerdaskan perempuan melalui teknologi informasi, di Balaikota, Kamis (1/11).

Lalu apa yang harus dilakukan orangtua di era teknologi informasi yang pesat ini? Dia menuturkan ada tiga kunci dalam mewujudkan gawai yang cerdas bagi lingkungan anak. Pertama ada aturan waktu penggunaan gawai atau <I>gadget<P> bagi anak, kedua sanksi jika melanggar dan keteladanan dari orangtua.

“Kapan anak boleh dan tidak boleh gunakan <I>gadget<P>. Apakah ada sanksi ketika anak melakukan pelanggaran. Terakhir apakah sudah ada keteladanan dari orangtua maupun orang sekeliling,” tambahnya.

Pihahknya juga mengajak para ibu rumah tangga untuk memaksimalkan telepon selular. Tak sebatas alat komunikasi, tapi untuk membuat hidup lebih produktif. Misalnya memanfaatkan ponsel pintar untuk sarana bisnis seperti promosi produk di sosial media. Dengan begitu, pemanfaatan ponsel pintar akan lebih maksimal dan lebih berguna bagi dirinya dan keluarga.

Sementara itu Kepala Bidang Kabid Teknologi Informatika Dinas Komunikasi, Infromatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Yogyakarta, Suciati mendorong ibu-ibu untuk produktif menggunakan ponsel pintar. Para ibu yang memproduksi kuliner maupun produk kerajinan dan lainnya bisa memasarkannya melalui ponsel. Apalagi Pemkot Yogyakarta tengah mempersiakpan aplikasi Ngalirisi untuk kuliner dan Dodolan bagi produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) warga Kota Yogyakarta.

“Dua aplikasi itu akan dijadikan satu dalam aplikasi Jogja Smart Service. Untuk aplikasi Nglarisi khusus produk kuliner warga yang dibeli untuk kebutuhan pemkot. Saat ini masih dilakukan finalisasi penyempuraan operasional dan prosedurnya,” ucap Suci

Melalui layanan tersebut para ibu-ibu dapat menawarkan berbagai barang hasil produksi mereka. Pelaku UKM yang dibuktikan dengan nomor induk kependudukan (NIK) bisa mendaftar sebagai pedagang. “Layanan ini mirip dengan layanan jual beli online yang ada saat ini. Pembayaran pun bisa dilakukan secara tunai melalui cara bayar di tempat atau cash on delivery (COD) atau melalui transfer,” pungkasnya. (Tri)

 

Read previous post:
RUANG RAMAH ANAK POLRES KULONPROGO-Ortu Tunggu Layanan, Anak Bermain Menyenangkan

SALAH satu sudut area Mapolres Kulonprogo, tepatnya samping Masjid Ainurrohman telah disulap menjadi Ruang Ramah Anak. Tempatnya tidak terlalu besar,

Close