SIDANG PERUSAKAN PENGADILAN Anggota PP Bantul Dituntut 8 Bulan Penjara

 

Terdakwa saat mendengarkan tuntutan jaksa. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Terdakwa saat mendengarkan tuntutan jaksa. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Anggota Pemuda Pancasila (PP) Bantul, NK alias Tompel (21) warga Benyo Sendangadi Pajangan Bantul yang melakukan perusakan fasilitas pengadilan dituntut 8 bulan penjara potong masa tahanan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Senin (29/10). Dalam perkara ini terdakwa dijerat jaksa penuntut umum (JPU) Arif Panjiwilogo SH dengan pasal 406 ayat 1 KUHP.
Atas tuntutan tersebut terdakwa mengaku bersalah dan meminta keringanan hukuman. Terdakwa berjanji tak akan mengulangi perbuatannya.

Dalam uraian tuntutan jaksa yang dibacakan di hadapan majelis hakim diketuai Agung Sulistiyono SSos SH MHum terungkap, semula pada Kamis 28 Juni 2018 pukul 09.00 terdakwa yang merupakan anggota Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Bantul berangkat dari rumah bersama saksi Samsudin mengendarai sepeda motor.

Ketika itu terdakwa bersama sekitar 200 anggota PP dari seluruh wilayah DIY dan Jawa Tengah. Dari rombongan tersebut salah satunya saksi anak Alfathan Saddam Husyain Asyroq (terpisah) menuju kantor Pengadilan Negeri (PN) Bantul untuk menghadiri sidang pidana Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Doni Bimo Saptoto dengan agenda pembacaan putusan. Terdakwa menggunakan atribut Pemuda Pancasila dengan mengenakan baju warna doreng oranye hitam dan bertopi warna merah hitam.

Putusan dibacakan oleh ketua majelis hakim Subagyo SH MHum yang menyatakan perbuatan Doni Bimo Saptoto bersalah dan dijatuhi hukuman 5 bulan penjara dengan masa percobaan 9 bulan. Saat itu massa Pemuda Pancasila kecewa karena menganggap perbuatan pimpinan PP sudah benar.

Anggota PP menjadi emosi dan berteriak-teriak yang isinya menghina lembaga peradilan sebagai alat kekuasaan negara yang sah lalu melakukan tindakan anarkis. Saat itu terdakwa merusak TV LED yang berada di dinding depan pintu masuk dengan melempar menggunakan pecahan pot.

Tak puas terdakwa juga memecah kaca depan pintu masuk sebelah timur PN Bantul dengan melempar pecahan pot. Sedangkan pelaku anak Alfathan meluapkan emosi serta kemarahan dengan memukul kaca jendela ruang sidang menggunakan tangan kanan hingga pecah dan hancur dan tangan berdarah. (C-5)

 

Read previous post:
Pemain PS Tira, Ahmad Nufiandani (kiri) melepaskan diri dari kawalan pemain Persela. (MERAPI-BENI WIDYASWORO)
LUMAT PERSELA 4-1 – PS Tira Mentas dari Zona Merah

Close