7 PELAJAR DIAMANKAN POLISI-Bikin Onar Usai Pesta Miras

MERAPI-NOOR RIZKA Kapolsek (berkacamata), memberi pengarahan dan pembinaan terhadap pelajar yang diamankan.
MERAPI-NOOR RIZKA
Kapolsek (berkacamata), memberi pengarahan dan pembinaan terhadap pelajar yang diamankan.

WIROBRAJAN (MERAPI) – Tujuh orang pelajar digelandang ke Polsek Wirobrajan Yogya karena mabuk dan bikin ribut di Jalan Hos Cokroaminoto Yogya, Sabtu (27/10) jelang subuh. Saat rumahnya digeledah, ditemukan pedang, gir modifikasi untuk senjata dan selongsong bekas petasan. Diduga, senjata-senjata itu hendak digunakan untuk tawuran.
Kapolsek Wirobrajan Yogya Kompol Sugiyanta kepada wartawan, Minggu (28/10) menjelaskan, sebelum kejadian, rombongan ini boncengan 6 motor dan pesta minuman keras. Selanjutnya, mereka berkonvoi di Jalan Hos Cokroaminoto Yogya. Dalam kondisi mabuk, para pelaku kemudian ngisruh dan mengganggu pengguna jalan lain. Mereka lalu menuju ke Kampung Kleben Wirobrajan Yogya. Ulah ketujuh cah klitih ini kemudian membuat warga resah hingga melapor kepada polisi.
“Kami tindaklanjuti laporan itu dan berhasil mengamankan 7 pelajar. Seluruhnya masih di bawah umur,” kata kapolsek.
Tujuh pelajar yang diamankan adalah Ia (16) warga Mergangsan Lor, Ma (16) warga Sanden Bantul, Zn warga Kadipaten Kraton, Ih (16) warga Kasihan Bantul, Ma (16) warga Jalan Wates Km 13, Yp (16) warga Sedayu dan En (16) warga Gedongkuning.

Usai menangkap para pelaku, polisi kemudian berinisiatif menggeledah rumah pelaku. Polisi pun menemukan pedang, gear modifikasi dan selongsong bekas petasan di rumah teman pelaku.
“Untuk senjata, kita sita dari rumah temannya. Tidak dibawa di jalan,” kata kapolsek.
Meski demikian, polisi tidak membiarkan mereka bebas begitu saja. Polisi memanggil pihak orangtua untuk pembinaan dan membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan serupa lagi. Selain itu, ketujuh pelajar ini juga wajib apel setiap Senin dan Kamis.
“Untuk pelanggaran lalu lintas, kami berikan surat tilang karena mereka belum memiliki SIM,” jelasnya.
Kompol Sugiyanta mengimbau kepada para orangtua agar lebih ketat mengawasi buah hatinya. Pastikan anak berada di rumah pada jam istirahat. Jangan biarkan anak berada di luar rumah tanpa kegiatan jelas. Hal ini sangat berpotensi si anak akan menjadi korban atau pelaku kriminalitas.  (Riz)

Read previous post:
PAGUYUBAN SEDULUR KENTHEL AMBARUKMO – Peringati Sumpah Pemuda dengan Baksos

DEPOK (MERAPI) - Paguyuban Sedulur Kenthel Ambarukmo dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-90 serta ulang tahun ke-2 berdirinya Paguyuban,

Close