Smart City Yogya Berbasis Wisata Budaya

Aplikasi Jogja Smart Service berbasis android salah satu pelayaan Pemkot Yogya yang mendukung <I>Smart City<P>. (MERAPI-TRI DARMIYATI)
Aplikasi Jogja Smart Service jadi layanan Pemkot Yogya yang mendukung Smart City. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

UMBULHARJO (MERAPI) – Pemkot Yogyakarta diminta memilah fokus optimalisasi rencana induk Yogya menuju kota pintar atau <I>smart city<P>. Rencana induk <I>smart city<P> diharapkan bisa memperkuat keunggulan Kota Yogyakarta di pariwisata dan budaya.

Pendamping <I>smart city<P> Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI Adi Mulyanto mengatakan, rencana induk <I>smart city<P> yang disusun dipetakan mana yang perlu dioptimalkan. Kota Yogyakarta selama ini sudah memiliki keunggulan di pariwisata dan budaya, sehingga <I>smart city<P> perlu ditekankan pada sektor tersebut.

“Kami menekankan tentang pemahaman dan pengertian <I>smart city<P>. Tentang bagaimana Kota Yogya bisa memperkuat keunggulannya dalam hal pariwisata dan budaya untuk mendongkrak ekonomi masyarakat,” kata Adi dalam bimbingan teknis gerakan menuju 100 <I>smart city<P> di Balaikota, Jumat (26/10).

Dia menilai banyak daerah yang tidak tepat dalam memahami <I>smart city<P> karena diidentikan dengan teknologi. Sedangkan <I>smart city<P> sebenarnya tidak hanya teknologi, tapi juga sumber daya manusia dan prosesnya juga harus pintar. Tujuan utama <I>smart city<P> untuk efektivitas, efisiensi dan integrasi harus dikedepankan.

“Teknologi memang dibutuhkan, tapi harus diimbangi dengan sumber daya dan prosesnya. Adanya <I>smart city <P> juga harus membuat lebih cepat, efisen dan terintegrasi,” terangnya.

Sedangkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Yogyakarta, Tri Hastono menyatakan <I>smart city<P> yang dikembangkan bukan hanya digitalisasi. Tapi pelayanan publik yang <I>smart<P>, sehingga dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang adapatif.

“Konsep <I>smart city<P> bisa mengatasi persoalan keterbatasan jumlah SDM. Tapi juga membutuhkan SDM yang adapatif dan daya yang lebih dalam menangkap <I> smart city<P>,” ucap Tri Hastono.

Program induk <I>smart city<P> yang telah dibuat Pemkot Yogyakarta adalah Jogja Smart Service (JSS) berbasis website dan android. JSS merupakan layanan terpadu berisi informasi, pengaduan dan pelayan publik di instansi Pemkot Yogyakarta. Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfosan Kota Yogyakarta, Suciati menyebut saat sudah ada 59 aplikasi dan sistem informasi manajeman yang telah dibuat instansi-instansi di Pemkot Yogyakarta.

“Hampir semua organisasi perangkat daerah sudah memiliki aplikasi maupun sistem informasi manajemen untuk mendukung <I>smart city<P>. Misalnya dalam pengurusan perizinan, pembayaran pajak hotel dan restoran serta layanan kecamatan dan kelurahan. Tapi masih terus dievaluasi dan diperbaiki,” kata Suci. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
DITEMUKAN DI ALIRAN SUNGAI BENGAWAN SOLO-Kerangka Manusia Dicor dalam Drum

SUKOHARJO (MERAPI) Kerangka manusia ditemukan dicor dalam drum di aliran Sungai Bengawan Solo di bawah jembatan Pondok, Grogol, Sukoharjo, Jumat

Close