PERSITA SESUMBAR EKSPLOITASI KELEMAHAN PSS – Pelatih PSS Siap Jawab di Lapangan

 

SLEMAN (MERAPI) – PSS Sleman kebobolan 15 gol selama babak penyisihan Liga 2. Jumlah ini paling sedikit dibanding 23 kontestan Liga 2. Namun lawan perdana di babak 8 besar, Persita Tangerang, menganggapnya sebagai kelemahan yang bakal mereka eksploitasi saat bertemu Jumat (26/10) sore di Stadion Utama Sport Center Dasana Indah (SCDI), Bojong Nangka.

Pelatih Kepala Persita, Wiganda Saputra terang-terangan menegaskan bakal mengeksploitasi pertahanan PSS. Pelatih Kepala PSS, Seto Nurdiyantoro tenang menghadapi ancaman lawan. Seto mengingatkan kepada Persita bahwa saat ini pertahanan mereka jauh lebih kuat dari sebelumnya apalagi dapat tiga pemain baru untuk memperkuat pertahanan. Jodi Kustiawan, bek tangguh PSS yang absen di lima pertandingan putaran dua juga sudah kembali.

“Chemistry antarpemain sudah terbangun dengan baik. Adaptasi para pemain baru juga cepat. Evaluasi sudah kami lakukan terus untuk memperbaiki tim ke depan. Kami sudah siap untuk 8 besar dan nanti kita lihat dalam pertandingan, siapa yang lebih banyak kebobolan. Siapa yang lebih siap. Siapa yang punya motivasi dia yang akan menang,” jawab Seto, Selasa (23/10).

Pelatih asal Kalasan itu juga mulai mempelajari kekuatan lawan dari video dan diskusi dengan para pemain baru yang didatangkan dari Grup Barat babak penyisihan Liga 2. Busari (Persibat Batang), Arsyaq Gufron Ramadan dan Ikhwan Ciptady (Persis Solo) banyak membocorkan bagaimana kekuatan dan kelemahan Persita dan Persiraja Banda Aceh yang mereka hadapi di babak penyisihan. “Kami memang mencari info apa kelemahan (Persiraja dan Persita) dengan pemain yang pernah melawan mereka di babak penyisihan. Video belum tapi akan kami lihat juga bagaimana permainan mereka,” tegas Seto.

Persita tidak hanya sesumbar mau mengeksploitasi pertahanan Laskar Sembada. Tim berjuluk Pendekar Cisadane ini juga sesumbar bisa meredam gelombang serangan PSS yang tercatat sebagai tim tersubur di Liga 2. Tercatat PSS Sleman membuat 37 gol dan kemasukan 15 gol. “Kami telah memiliki taktik untuk bisa meredam ketajaman pemain PSS. Kami tidak hanya mengawal Gonzales, tapi seluruh pemain tengah mereka. Memang Gonzales pemain bagus, tapi dia tak akan berdaya tanpa pemain lain kan,” kata Wiganda.

Seto kembali tenang menjawab sesumbar Wiganda. Pelatih yang sempat mengenakan jersey Timnas semasa aktif bermain itu ingin para pemainnya menjawabnya di lapangan. Slamet Budiono, Rifal Lastori, Gonzales, bersama pemain anyar lain seperti Qischil, Hendika Arga, dan Busari harus punya motivasi lebih besar dibanding Sirvi arvani dan kawan-kawan. “Biar di lapangan saja nanti jawabnya. Yang pasti barisan penyerang kami kini tidak kalah siap,” tegas Seto. (Des)

Read previous post:
HADAPI TUAN RUMAH PERSERU – PS Tira Mencari Poin Pengganti

  SERUI (MERAPI) - Kekalahan yang diderita pada laga kandang melawan PSIS Semarang, memaksa PS Tira Bantul harus mencari poin

Close