SIDANG KASUS SERTIFIKAT- Saksi Korban Yakin Penggelapan

 

Saksi korban Ecky Lamoh saat dihadirkan ke persidangan.(MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Saksi korban Ecky Lamoh saat dihadirkan ke persidangan.(MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Setelah majelis hakim yang diketuai Sri Wijayanti Tanjung SH menolak

eksepsi terdakwa pengusaha pengeboran minyak, Ir HS (62) warga Kampung Burujul Cisarua Bogor kini

giliran jaksa penuntut umum (JPU) Sabar Sutrisno SH menghadirkan saksi korban Ecky Lamoh dan

istrinya.

Dalam keterangannya saksi korban mengaku sertifikat miliknya telah digelapkan terdakwa yang tak

lain kakak iparnya. Tetapi tak benar bila terdakwa menggelapkan sertifikat tetapi meminjam karena

diberikan langsung saksi korban dan istrinya.

“Dari empat sertifikat, satu di antaranya atas nama istri saya. Sehingga saya tak mau kalau semua

sertifikat dipindah atas nama kakak saya Dana Cristina dan nanti kalau anak-anak dewasa baru

dihibahkan,” ujar saksi korban Ecky Lamoh dalam keterangan di muka persidangan di Pengadilan

Negeri (23/10).

Atas keterangan tersebut, terdakwa didampingi penasihat hukum Enji Pusposugondo SH menolak semua

keterangan saksi korban dalam persidangan. Semua yang disampaikan saksi korban tak benar dan

mengada-ada.

Sesuai bukti tertulis, pernyataan jual beli yang ditunjukkan di muka persidangan diketahui bila

saksi korban sudah tidak punya bagian waris. Untuk empat sertifikat yang dibawa tak bisa dituduh

sebagai perbuatan pidana penggelapan tetapi meminjam.

Karena sebelumnya terdakwa telah meminta izin untuk membawa sertifikat ke notaris. Bahkan sejak

itu sertifikat dititipkan ke notaris sebelum diambil dan diserahkan penyidik.

Dalam perkara ini justru terdakwa telah memberi uang untuk renovasi rumah saksi korban dan

membantu balik nama sertifikat. Tetapi saksi korban justru melaporkan kakak kandungnya sendiri

Dana Cristina dan terdakwa telah melakukan penggelapan. (C-5)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-NOOR RIZKA Polisi menunjukkan barang bukti HP hasil kejahatan tukang becak
Tukang Becak Nyuri 4 HP Wisatawan

YOGYA (MERAPI)- Gara-gara mencuri 4 buah handphone milik wisatawan, seorang tukang becak, Fn (37) asal Pasuruan Jatim, diringkus aparat Satreskrim

Close