PSIM GUNAKAN PEMAIN LOKAL DI PIALA INDONESIA – Akhir November Ancang-ancang Musim Depan

 

YOGYA (MERAPI) – Usai sudah perjalanan PSIM Yogya dalam mengarungi kompetisi Liga 2 musim 2018. Menduduki peringkat ke-6 dengan 31 poin, bukan perjalanan mudah yang dilalui PSIM. Dengan perjuangan yang telah dilakukan oleh skuad Laskar Mataram musim ini, pengurus PSIM melakukan pembicaraan untuk persiapan musim depan.

Melalui rapat pengurus yang digelar di Wisma Ir Soeratin Sosrosoegondo, Yogya, Jumat (19/10) malam, sejumlah keputusan didapat. Salah satu keputusan dari rapat yang dihadiri sejumlah <I>stakholder<P> PSIM yakni persiapan musim depan yang akan dilakukan mulai akhir bulan November mendatang.

Menurut Manajer PSIM, Erwan Hendarwanto, persiapan secara spesifik menyongsong musim baru belum ada. “Namun tadi saat rapat pengurus, disampaikan bahwa pada akhir November mulai melakukan persiapan. Setidaknya memanggil pemain lama guna persiapan musim depan,” terangnya di Yogya, Sabtu (20/10).

Menghadapi musim baru, Erwan mengaku jika tim yang berdiri sejak 1929 tersebut sudah menjalin komunikasi dengan dua sponsor besar. “Ada 2 sponsor besar yang sudah menjalin komunikasi. Harapannya ini bisa menjadi modal bagi PSIM menyambut musim baru. Makanya kami mulai ancang-ancang bulan November,” akunya.

Dengan sudah adanya pembentukan badan hukam yang menaungi PSIM, yakni PT PSIM Jaya Jogjakarta, Erwan berharap persoalan finansial yang selama ini membelit timnya bisa menemukan solusi.

“Ya di musim-musim sebelumnya hingga saat ini problem kami masih soal keuangan. Kalau ada sponsor kan bisa sangat membantu. Apalagi renovasi Stadion Mandala Krida sudah selesai dan bisa digunakan. Kalau ada stadion yang jelas-jelas bisa digunakan untuk PSIM, kan sponsor juga lebih enak untuk mempertimbangkannya. Lokasinya juga strategis, itu juga menjadi daya jual kepada sponsor,” paparnya.

Untuk pembicaraan terkait masalah sponsor dan kerjasama melalui PT PSIM Jaya Jogjakarta, Erwan menyebutkan bahwa itu akan dibicarakan lebih lanjut dengan melibatkan sejumlah stakeholder yang ada.

“Bagaimana pun PSIM ini kan berawal dari perserikatan. Jadi klub-klub yang ada di bawah Askot PSSI Yogya nantinya akan diajak untuk membicarakan masalah ini. Tokoh-tokoh sepakbola di Yogya juga memiliki peran nantinya untuk memberikan sumbangsih saran dan kritik demi kemajuan PSIM musim mendatang,” tuturnya.

Sebagai proyeksi musim depan, melihat perjalanan PSIM pada musim ini, dimana melakoni kompetisi dengan minus 9 poin dan akhirnya mampu bertahan di Liga 2 musim depan, merupakan perjuangan yang luar biasa bagi para pemain.

“Dengan dasar itu lah, banyak pemain yang kemungkinan dipertahankan. Kalau target dari pengurus hanya bertahan, ya setidaknya ada 15 pemain yang layak. Kalau targetnya lebih baik dari sekarang, atau minimal lolos, ya bisa hanya 12 pemain yang dipertahankan. Sisanya nanti cari pemain dengan kualitas yang lebih bagus lagi,” beber Pelatih PSIM, Bona Simanjuntak.

Terkait Piala Indonesia 2018, Bona mengatakan bahwa hal itu masih menunggu jadwal dari pengelola turnamen. “Sejak awal kami memutuskan ikut Piala Indonesia kan tidak ada target khusus. Dengan sudah diliburkannya pemain, kemungkinan hanya pemain-pemain yang berdomisili di dekat Yogya yang akan digunakan. Untuk pemain-pemain luar daerah, terutama yang dari luar pulau, kemungkinan akan kami beri prioritas libur dulu,” bebernya. (Oro)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
SATU STRIKER SELEKSI DIPULANGKAN PERSIBA – Ziran dan Bahrul Direkomendasikan

  BANTUL (MERAPI) - Tim pelatih Persiba Bantul memberikan rekomendasi dua pemain seleksi untuk segera dilakukan negosiasi oleh manajemen. Dua

Close