Air di Saluran Bulakrejo Berubah Warna Merah

Air di saluran drainase di Jalan Sukoharjo – Wonogiri di wilayah Kelurahan Bulakrejo, Kecamatan Sukoharjo Kota berubah berwarna merah. (Wahyu Imam Ibadi)
Air di saluran drainase di Jalan Sukoharjo – Wonogiri di wilayah Kelurahan Bulakrejo, Kecamatan Sukoharjo Kota berubah berwarna merah. (Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Air di saluran drainase di Jalan Sukoharjo – Wonogiri di wilayah Kelurahan Bulakrejo, Kecamatan Sukoharjo Kota berubah berwarna merah. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat kaget karena dianggap pencemaran limbah pabrik. Petugas sudah turun dengan melakukan pengecekan. Hasilnya diketahui penyebabnya karena ada orang yang membuang air bekas menguras drum berisi cat.

Pedagang kubah dan drum air Maryanto (40), Jumat (19/10) mengatakan, air di saluran drainase berwarna merah setelah dirinya mencuci dan membersihkan drum bekas yang dibeli dari pabrik sejak tiga hari lalu. Drum tersebut bekas berisi cat dan air yang digunakan untuk membersihkan dibuang di saluran drainase tepat di depan tempat usahanya. Maryanto mengaku baru pertama kali melakukannya.

“Saluran drainase biasanya mengalir namun sekarang menggenang karena ada perbaikan. Jadinya air warna merah itu terlihat,” ujar Maryanto.

Maryanto meminta agar setelah saluran drainase selesai diperbaiki segera dibuka dan air mengalir. Dengan demikian tidak lagi ada air menggenang lagi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sukoharjo Suraji mengatakan, sudah melakukan pengecekan khususnya berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan saluran drainase. Sebab posisi sekarang memang sedang ada pengerjaan pembangunan.

“Pembangunan belum selesai dan sudah kami cek ternyata memang ada genangan air warna merah seperti dipertanyakan masyarakat. Sumbernya dari warga yang mencuci drum bekas cat,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sukoharjo Djoko Sutarto mengatakan, belum mendapatkan laporan terkait temuan tersbeut. Namun pihaknya sudah mendengar informasi air di saluran drainase di Bulakrejo, Sukoharjo Kota berubah menjadi warna merah.

“Kami perlu lakukan pengecekan apakah air itu berbahaya atau tidak,” ujarnya.

Dinas Lingkungan Hidup Sukoharjo meminta agar masyarakat tidak membuang air bekas cat sembarangan. Sebab akan membuat air di saluran berubah warna dan mengagetkan masyarakat. (Mam)

Read previous post:
BABAD TANAH JAWI – Rara Semi Kembang Desa Gunung Penanggungan

SEBUTAN kembang desa bagi Rara Semi anak lurah Dipayuda desa Lulumbang di kaki gunung Penangungan tidak berlebihan. Di samping anak

Close