PEMBUNUHAN JANDA BERANAK SATU- Pelaku Tahu Korban Tewas Setelah Baca Koran

 

Terdakwa saat memberi keterangan dalam persidangan di PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Terdakwa saat memberi keterangan dalam persidangan di PN Bantul.
(MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Seorang satpam sebuah SMP Negeri di Yogya, Sup bin Trisno Hartoyo (48) warga Mendungan II Margoluwih Seyegan Sleman mengaku mengetahui kekasihnya seorang janda anak satu, Jumiati alias Menik tewas setelah baca koran. Akibat kejadian tersebut pria beristri dua ini ketakutan dan memilih bersembunyi.

“Saat baca koran saya mengetahui kalau ternyata korban meninggal. Sejak itu saya merasa takut,” ujar terdakwa didampingi penasihat hukum Alun Bayu Krisna SH didampingi Jatya Anuraga SH dalam sidang pemeriksaan terdakwa di hadapan majelis hakim yang diketuai Sri Wijayanti Tanjung SH di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Kamis (18/10).

Tetapi keberadaan terdakwa diketahui petugas dan dilakukan penangkapan. Dalam pengakuannya terdakwa secara spontan memukul korban karena dimarahi. Awalnya terdakwa berkenalan dengan korban melalui facebook pada 25 Mei 2018 dan keduanya janjian bertemu di perempatan Ganjuran Bambanglipuro Bantul. Selang dua hari kemudian terdakwa bertemu dengan korban dan mengajak belanja ke WS Jalan Godean dan dibelikan pakaian.

Selanjutnya di lain hari keduanya kembali bertemu di depan RS PKU Muhammadiyah Bantul. Korban meminta terdakwa mengantar mengecek dagangan Milagros di Cepit dan di Jalan Wates menggunakan motor Honda Scoopy milik korban. Setelah itu keduanya jalan-jalan menuju Alun-alun Utara Yogyakarta. Dalam perbincangan korban meminta terdakwa membelikan sepeda motor Yamaha NMax sambil marah-marah.

Setelah itu keduanya berboncengan meninggalkan Alun-alun Utara lewat Jalan Imogiri Timur dan sempat berhenti di Lapangan Trimulyo. Di tempat itu korban kembali meminta dibelikan NMax sambil memukul terdakwa dengan helm. Karena kesal terdakwa melanjutkan perjalanan menuju ke POM Patalan untuk mengisi bensin sebelum berniat mengantarkan pulang ke rumah.

Korban kemudian mengajak terdakwa untuk mampir ke rumah temannya di Cepoko melewati jalan sebelah utara Kantor Desa Patalan. Tetapi sampai di bulak sawah Cepoko, korban meminta berhenti untuk buang air kecil. Setelah itu keduanya duduk-duduk di gubug dan korban kembali marah-marah agar segera dibelikan sepeda motor NMax.

Merasa ditekan, terdakwa emosi dan mendorong korban hingga jatuh ke tanah dan memukul korban sebanyak dua kali hingga tewas. (C-5)

 

Read previous post:
Bupati Home Visit Penolak Imunisasi

KARANGANYAR (MERAPI) - Bupati Karanganyar, Juliyatmono berencana mengunjungi keluarga penolak imunisasi. Dirinya juga akan memberi penjelasan secara langsung kepada mereka

Close