PSIM ATASI MADURA FC 3-2 – Kemenangan di Akhir Kompetisi

Para pemain PSIM melakukan selebrasi usai Hendika Arga Permana mencetak gol kedua PSIM. (MERAPI-BENI WIDYASWORO)
Para pemain PSIM melakukan selebrasi usai Hendika Arga Permana mencetak gol kedua PSIM. (MERAPI-BENI WIDYASWORO)

 

BANTUL (MERAPI) – PSIM Yogya mengakhiri kompetisi Liga 2 dengan mempersembahkan kemenangan ketika mengatasi tamunya Madura FC 3-2 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Selasa (16/10) sore. Kemenangan tersebut mengantarkan PSIM menduduki peringkat ke-7 klasemen akhir Liga 2 Grup Timur dengan 31 poin.

Setelah menelan dua kekalahan, para pemain PSIM terlihat begitu antusias dalam mengawali pertandingan kemarin. Permainan agresif langsung ditunjukkan skuad Laskar Mataram dengan menekan pertahanan Madura FC.

Laga belum genap satu menit, PSIM sudah membobol gawang Madura FC yang dikawal Sukasto Efendi. Memanfaatkan bola mentah hasil tendangan Supriyadi, Ismail yang tak terkawal, tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang Madura FC.

Pada pertengahan babak pertama PSIM harus kehilangan Ismail setelah mendapat tekel keras dari pemain Madura FC. Ismail kemudian digantikan M Rifky Suryawan. Masuknya Rifky membuat posisi Hendri Satriadi bergeser dari sayap menjadi striker.

Meski unggul satu gol belum memberikan rasa puas bagi Hendika Arga Permana dan kawan-kawan. Dengan mendominasi permainan di lini tengah, PSIM kembali menekan pertahanan Madura FC. Memasuki menit 35, PSIM kembali mencetak gol. Kali ini giliran sang kapten, Hendika Arga Permana yang mempersembahkan gol untuk PSIM.

Berawal dari penetrasi Arga dari sisi kiri pertahanan Madura FC, pemain bernomor punggung 8 itu melepaskan umpan mendatar. Namun bola mampu dimentahkan pemain lawan. Beruntung, bola muntah kembali ke kaki Arga yang langsung menyambar dengan sepakan terarah dan tak mampu dihalau Sukasto. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Madura FC memberikan perlawanan. Serangan cepat langsung ditampilkan Madura FC di paruh kedua. Pada menit 47, Janet Silvester Kamare memperkecil kedudukan. Namun, PSIM kembali merespons lewat gol Supriyadi dua menit berselang. Mendapatkan umpan terobosan, Supriyadi sempat melewati hadangan kiper Madura FC dan melesakkan bola ke gawang kosong.

Dalam posisi unggul 3-1, permainan PSIM mulai kendur. Hal itu dimanfaatkan Madura FC untuk berbalik menyerang. Berawal dari pelanggaran yang tidak perlu dari Risman Maidullah terhadap salah satu pemain Madura FC, wasit Dafid Priatmoko menunjuk titik putih di kotak penalti PSIM. Eksekusi penalti yang dilakukan Joko Prayitno dengan teknik ‘panenka’ membawa Madura FC menipiskan jarak menjadi 3-2.

PSIM kembali mengambil inisiatif menyerang. Peluang sempat didapat Hendri ketika masuk ke kotak penalti dan tinggal berhadapan dengan kiper Madura FC. Namun sepakan melambung Hendri masih terlalu pelan sehingga mudah diantisipasi kiper Madura FC. Hingga pertandingan berakhir, skor 3-2 untuk tuan rumah tak berubah.

Raihan poin penuh atas Madura FC tersebut sekaligus sebagai persembahan terakhir yang berkesan ketika berkandang di Stadion Sultan Agung pada musim ini maupun sejak tiga musim terakhir. Meski tak lolos ke babak 8 besar, Pelatih PSIM, Bona Simanjuntak mengaku puas dengan keberhasilan timnya terhindar dari degradasi.

“Ini hasil yang memuaskan bagi kami. Mengawali kompetisi dengan minus 9 dan bisa bertahan di Liga 2, tentu bukan hal mudah. Ini perjuangan yang berat tapi berhasil dilalui para pemain. Saya beri apresiasi kepada para pemain. Di laga tadi juga mereka bermain luar biasa dan bisa meraih hasil sesuai harapan,” akunya.

Setelah merampungkan seluruh pertandingan di Liga 2, Bona mengatakan, para pemain PSIM untuk sementara akan diliburkan selama seminggu. “Kami masih ada pertandingan di Piala Indonesia. Setelah ini pemain diliburkan dulu seminggu. Sambil menunggu kabar, baru akan kami mulai latihan untuk persiapan Piala Indonesia,” katanya.

Sedangkan Pelatih Madura FC, Salahudin menyatakan bahwa timnya sudah bermain dengan maksimal. “Laga memang tak lagi menentukan bagi kami. Ini jadi pemantapan kami sebelum ke 8 besar. Komposisi ini belum pernah kami gunakan di laga sebelumnya tapi bisa jadi alternatif menghadapi 8 besar nanti,” ujarnya. (Oro)

Read previous post:
Dukungan Logistik, Kunci Suksesnya TMMD

GAMPING (MERAPI) - Asih (34) dan Tarmi (49), adalah ibu rumah tangga sekaligus petani Dusun Temuwuh Rt. 03 Rw. 31

Close