PELAKU DIJERAT PASAL BERLAPIS-Bunuh Siswi SD dalam Kondisi Mabuk

YOGYA (MERAPI) – Pembunuh siswi kelas VI SD, Am (10) warga Jatimulyo, Kricak, Tegalrejo, Yogya , Nv alias Nopek (27) ditangkap di tempat persembunyiannya di Kaliurang, Sleman setelah buron 2 minggu.
Kapolresta Yogya Kombes Pol Armaini kepada wartawan, Senin (15/10) menjelaskan, tersangka dalam keadaan mabuk saat beraksi. Niat jahatnya muncul setelah melihat korban sendirian karena ditinggal ibunya berangkat kerja.
“Tersangka berpapasan dengan ibu korban saat akan berangkat kerja pada Minggu (30/9) pukul 01.00. Lalu muncul niat untuk merampas perhiasan dan memperkosa korban,” kata Armaini kepada wartawan.
Dikatakan, awalnya pada Sabtu (29/9) tengah malam, tersangka bersama teman-temannya pesta miras jenis tuak di Pos Keamanan Jambon Asri. Kemudian ia mengendarai motor milik temannya, Yanto dengan tujuan ke rumah Yoga yang lokasinya berada di selatan rumah tersangka. Pada saat melintas di jalan turunan, tersangka berpapasan dengan ibu korban yang akan berangkat kerja. Saat itulah timbul niat memperkosa dan merampok korban.
Usai dari rumah Yoga, tersangka kembali naik ke pos keamanan dan mengembalikan motor. Kemudian ia berjalan kaki menuju ke rumah korban. Lantaran rumah dalam keadaan sepi, tersangka mengetuk pintu.

“Korban tidak curiga dengan kedatangan tersangka karena tetangganya. Bahkan tersangka juga kakak dari teman main korban. Mereka sudah kenal baik,” papar kapolresta.
Tersangka kemudian berteriak kepada korban minta diantarkan cuci muka di sungai Winongo. Korbna pun tak curiga karena sudah kenal.
Namun, saat itu korban tidak bisa membuka pintu karena pintu dikunci dari luar. Selanjutnya, tersangka meminta korban keluar dari pintu belakang.
Lagi-lagi korban tidak curiga. Ia jalan menuju sungai yang berada persis di belakang rumah tersangka. Sampai di tempat tersebut, keduanya duduk di tepi sungai. Lalu tersangka turun ke sungai untuk cuci muka.
“Setelah itu, tersangka memaksa minta cincin dan anting korban sambil setengah mengancam. Dalam kondisi terancam, korban merelakan perhiasannya berpindah tangan. Lalu tersangka mengajak korban untuk berhubungan badan,” imbuh Kombes Pol Armaini.

Hal itu langsung ditolak oleh korban. Ternyata tersangka tidak terima. Ia langsung memukul mulut dan bagian wajah korban hingga pingsan. Saat korban pingsan, tangan kiri tersangka mencekik leher korban. Sedangkan tangan kanannya melucuti celana di kaki kanan korban dan memperkosanya.
Usai melampiaskan nasfu bejatnya, korban berniat meniggalkan korban begitu saja. Namun, ia takut jika korban siuman dan melaporkan perbuatan keji tersebut kepada ibunya.
Untuk menghilangkan jejak, tersangka mengangkat tubuh korban dan membuangnya ke sungai. Korban pun akhirnya tewas di sungai Wingono.
“Pada saat dibuang ke sungai, korban masih hidup. Dalam kondisi lemah, diduga ia menelan air terlalu banyak. Hal itu sesuai dengan visumnya, bahwa terdapat banyak cairan di paru-paru korban. Beberapa pembuluh darah juga putus,” imbuh kapolres.
Kasat Reskrim Polresta Yogya Kompol Sutikno menambahkan, usai kejadian itu tersangka pergi ke Magelang selama 3 hari. Kemudian ia pulang ke Yogya dan bersembunyi di salah satu penginapan di Kaliurang.
Seperti diberitakan, kaus ini mejadi heboh karena saat ditemukan tewas mengapung di Kali Winongo, tubuh korban dalam keadaan setengah telanjang pada Minggu (20/9) lalu. Selain itu, perhiasan korban juga diketahui raib. Saat itulah muncul keyakinan korban dibunuh dan dirampok.

Polisi yang menyelidiki kasus ini langsung mencurigai tersangka. Sebab, dia menghilang begitu saja usai kasus ini mencuat. Setelah dua minggu mencari pelaku, pada Minggu (14/10) pagi, polisi mendeteksinya berada di Kaliurang. Ia langsung diringkus dan digelandang ke Polresta Yogya untuk penyelidikan.
Menurut Kompol Sutikno, tersangka dijerat pasal berlapis. Yakni Pasal 81 ayat 1 dan Pasal 80 ayat 1 UU Rai Nomor 35 tahun 3014 tentang perlindungan anak atau primair Pasal 340 KUHP subsidair Pasal 338 KUHP lebih subsidair Pasal 365 ayat 1 dan ayat 3 KUHP lebih lebih subsidair Pasal 285 KUHP lebih lebih lebih subsidair Pasal 353 ayat 3 KUHP.
Seperti diketahui, pembunuh siswi kelas VI SD, Am (10) warga Jatimulyo, Kricak, Tegalrejo, Yogya yang mayatnya ditemukan mengapung di Kali Winongo Tegalrejo akhirnya terkuak. Korban ternyata dibunuh, diperkosa dan dirampok oleh tetangganya sendiri, Nv alias Nopek (27). Pelaku diringkus pada Minggu (14/10) pagi di tempat persembunyiannya di Kaliurang, Sleman setelah buron 2 minggu.(Riz)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
HADAPI HONG KONG MALAM INI – Indonesia Ingin Lanjutkan Tren Positif

CIKARANG (MERAPI) - Tim Nasional Indonesia bertekad meraih kemenangan melawan Hong Kong pada laga uji coba internasional (FIFA Match Day)

Close