KASUS PEMBUNUHAN SISWI SD-Ibu Korban: Felling Saya Benar

MERAPI-NOOR RIZKA Tersangka Nv alias Nopek
MERAPI-NOOR RIZKA
Tersangka Nv alias Nopek

TEGALREJO (MERAPI)- Ibu siswi SD korban pembunuhan, Brigita Linawati (42), mengaku lega karena pelaku pembunuhan putri kesayangannya sudah tertangkap. Ia berharap tersangka dihukum seberat-beratnya. Brigita mengaku sudah punya firasat jika pelaku adalah orang dekat atau tetangganya.
“Nyawa harus dibayar dengan nyawa. Anak saya tidak punya salah apa-apa. Tidak tahu apa-apa. Kok diperlakukan tidak manusiawi,” kata ibu korban ditemui <I> Merapi <P> di rumahnya kampung Jatimulyo, Kricak, Tegalrejo, Yogya, Senin (15/10) siang.
Lina mengatakan, sudah menduga jika pelaku pembunuhan sadis putri cantiknya adalah orang dekat. Sebab setelah ditelusuri, salah satu tetangganya, yakni Nopek tiba-tiba menghilang pasca kejadian itu.
“Ternyata felling saya benar. Yang papasan sama saya waktu itu adalah pelakunya. Laki-laki, naik motor matik tapi wajahnya tidak kelihatan karena silau lampu,” ujarnya.

Keduanya berpapasan saat pelaku berniat pulang usai pesta miras dan kemudian melihat ibu korban hendak berangkat kerja. Saat itulah timbul niat merampok dan memperkosa korban.
Pada saat berpapasan dengan laki-laki itu, Lina mengaku keheranan. Pasalnya, jika ia adalah tetangganya, maka tidak mungkin jika tak bertegur sapa. Tapi jika orang asing, mengapa mengendarai motor ke arah pemukiman warga yang medannya cukup sulit dijangkau orang asing.
“Kalau orang sini kok diam saja. Tapi kalau orang luar kok tahu daerah sini dan berhenti di selatan jalan,” paparnya.
Menurut Lina, sebelum kejadian, sikap Nopek biasa saja, lumrah seperti tetangga lain. Nopek juga selalu menyapa saat bertemu dengannya. Ia tak menyangka jika Nopek sekejam itu.
Pasca kejadian yang merenggut nyawa putri cantiknya, hidup Lina terasa hampa. Tak ada lagi gadis kecil yang bermanja-manja dengannya. Tak ada lagi si periang yang asyik meracik <B>slime<P>, mainan favoritnya.
Kemarin siang, beberapa kutek kuku mainan korban masih utuh di wadahnya. Baju baru, celana baru, jilbab baru hingga tas sekolah masih berada di tempat biasanya, yakni kamar korban.

Lina belum ingin merapikan barang-barang buah hatinya itu. Namun Lina tidak sanggup melihat benda-benda itu. Tangisnya selalu pecah saat melihat peralatan sekolah dan barang-barang putrinya itu.
“Saya nggak sampai hati lihat barang-barang Cantika (korban). Sakit banget rasanya. Kepingin nangis. Makanya saya tutup pakai kain, tas sekolah dan buku pelajarannya,” ujar Lina.
Pada kesempatan yang sama, Lina juga menunjukkan baju-baju yang sedianya akan dibawa kemah anaknya. Tumpukan baju tersebut, diletakkan di atas kasur. Bersanding dengan boneka kesayangan Cantika. Di tempat itu pula, cantika kerap menghabiskan waktu untuk memainkan smart phone-nya.

Kerinduan itu terbalas dengan mimpi Lina yang didatangi anak ketiganya. Dalam mimpi itu, Cantika mengenakan baju warna merah. Terlihat cantik dan bahagia. Ia tertawa riang sambil lari-lari keluar masuk kamar kakaknya. Seperti diketahui, misteri tewasnya siswi kelas VI SD, Am (10) warga Jatimulyo, Kricak, Tegalrejo, Yogya yang mayatnya ditemukan mengapung di Kali Winongo Tegalrejo akhirnya terkuak. Korban ternyata dibunuh, diperkosa dan dirampok oleh tetangganya sendiri, Nv alias Nopek (27). Pelaku diringkus pada Minggu (14/10) pagi di tempat persembunyiannya di Kaliurang, Sleman setelah buron 2 minggu. (Riz)

Read previous post:
KERIS KALA MUNYENG – Pena yang Menghancurkan Prajurit Majapahit

SUNAN GIRI yang nama kecilnya Raden Paku atau Muhammad Ainul Yakin, tidak saja penyebar agama Islam yang gigih, namun juga

Close