Istri Temukan Suami Tewas di Sumur

MERAPI-AMIN KUNTARI Proses evakuasi jasad Ambar dari dasar sumur
MERAPI-AMIN KUNTARI
Proses evakuasi jasad Ambar dari dasar sumur

WATES (MERAPI) – Seorang petani cabai warga Dusun Jombokan, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Ambar Tri Ampriyanto (50), ditemukan tewas di dasar sumur pantek di ladang cabainya Dusun Klewonan, Desa Triharjo, Kecamatan Wates, Jumat (12/10). Jasadnya ditemukan istri korban terbujur kaku di dasar sumur dalam kondisi memegang mesin diesel.
Kuat dugaan, korban terpeleset saat memperbaiki diesel hingga akhirnya tewas. Menurut keterangan, jasad Ambar pertama kali ditemukan istrinya, sekitar pukul 10.00 WIB. Diduga, korban sudah meninggal sejak 12 jam sebelum ditemukan. Ambar sempat dicari keluarganya lantaran tidak pulang sejak Kamis (11/10).
Kepala Dukuh Jombokan, Sugiarto menyampaikan, sehari sebelum ditemukan tewas, Ambar pamit pergi ke ladang untuk meyiram tanaman cabai dan mencari pakan ternak. Hingga petang, Ambar tudak kunjung pulang.
“Kemudian pagi harinya, istri korban mencari ke ladang. Ia terkejut karena mendapati tubuh Ambar tidak bergerak di dalam sumur pantek,” kata Sugiarto.

Istri korban berteriak minta tolong hingga warga sekitar berdatangan. Petugas PMI Kulonprogo juga dihubungi untuk mengevakuasi jasad korban.
Relawan PMI Kulonprogo, Dicky Setiawan mengungkapkan, pihaknya sempat kesulitan saat mengevakuasi jasad Ambar. Sebab, lubang sumur sedalam lima meter itu sempit.
“Proses pengangkatan korban dari sumur terbilang sulit karena sempit,” ujarnya.
Di dasar sumur, posisi tubuh Ambar tenggelam dengan kaki di atas. Di beberapa bagian tubuhnya seperti punggung dan paha terdapat luka.
Kuat dugaan, Ambar terpeleset saat berusaha mengangkat mesin diesel yang digunakan untuk menyemprot air. Mesin tersebut coba dinaikkan Ambar, namun ia tidak kuat menahan beban saat meniti tangga hingga akhirnya jatuh. (Unt)

Read previous post:
Meriahkan BKGN 2018, FKG UGM Gelar Periksa Gigi Gratis

DEPOK (MERAPI) - Dalam rangka Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) Tahun 2018, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM)

Close