PSS BALAS KEKALAHAN DI DERBY DIY Menang Besar dan Pastikan Juara Grup

MERAPI-SWADESTA ARIA WASESA Christian Gonzales merayakan gol keduanya bersama para pemain PSS.
MERAPI-SWADESTA ARIA WASESA
Christian Gonzales merayakan gol keduanya bersama para pemain PSS.

SLEMAN (MERAPI)-PSS Sleman sukses membalas kekalahan atas PSIM Yogyakarta dalam derby DIY di Stadion Maguwoarjo, Sleman, Rabu (10/10) sore. Dalam laga tanpa penonton di pekan ke-21 Grup Timur Liga 2 Indonesia itu, PSS menang besar dengan mencukur PSIM empat gol tanpa balas. Hasil ini juga memastikan PSS lolos babak 8 besar dengan status juara grup.
Dalam pertandingan kemarin sore, gol-gol PSS lahir lewat Christian Gonzales (2 gol), Rangga Muslim dan Ichsan Pratama. Pelatih Kepala PSS, Seto Nurdiyantoro mempersembahkan kemenangan ini bagi suporter yang memberi dukungan di tempat masing-masing.
“Kemenangan hari ini (kemarin), kami persembahkan untuk suporter PSS yang memberi dukungan di tempat masing-masing setelah tidak boleh menyaksikan pertandingan di stadion. Para pemain sejak awal yakin menang untuk para suporter kami,” kata Seto dalam jumpa pers usai pertandingan.

Dalam laga kemarin, PSS menurunkan skuad terbaiknya. Seto menepati janji dengan tidak melakukan banyak rotasi pemain. Ega Rizky masih menjadi pilihan utama di bawah mistar dibentengi Bagus Nirwanto, Rian Miziar, Zamzani, dan Bagus Nirwanto. Arie Sandy dan Amarzukih diposisikan menjadi pivot yang mendukung Ichsan Pratama sebagai playmaker. Tiga pemain depan juga tak banyak berubah. Christian Gonzales masih ditemani Rangga Muslim dan Rifal Lastori.
Kubu PSIM juga turun dengan kekuatan penuh dengan memasang Ismail Haris, Supriyadi, Hendrico Supryadi, Raymond Tauntu, Yoga Pratama, dan tentu Hendika Arga Permana. Di awal babak pertama PSIM langsung menyerang PSS memanfaatkan bola cepat dan aksi individu Hendrico. Serangan cepat PSIM mampu diredam PSS yang ketika menguasai bola langsung menurunkan tempo pertandingan.

Tuan rumah bahkan unggul menit 20 melalui tendangan kaki kiri Rangga Muslim dari dalam kotak penalti menyambar umpan silang Rifal Lastori. Empat menit berselang, PSS memperbesar skor melalui Christian Gonzales setelah menerima umpan Ichsan Pratama. Gonzales kembali memperbesar skor tuan rumah menjadi 3-0 di menit 25. PSIM yang kaget dengan dua gol cepat tuan rumah makin meningkatkan tempo dan mendapat peluang emas dari titik penalti yang diberikan wasit senior Ahmad Tuhera. Sayang eksekusi Raymond Tauntu masih melebar ke sisi kanan gawang Ega Rizky.
Memasuki babak kedua, ternyata giliran PSS yang bermain cepat. Dua menit pertandingan berjalan, Ichsan Pratama melesakkan gol keempat melalui sepakan kaki kiri memanfaatkan umpan Lastori dari sisi kiri pertahanan PSIM. Pelatih Bona Simanjuntak merespons gol keempat ini dengan melakukan pergantian bek. Bona menarik Crah Angger lalu memasukkan Risman Maidullah yang bekerja efektif. Serangan PSIM beberapa kali mengancam gawang Ega Rizky. Namun skor tidak berubah hingga akhir pertandingan.
“Saya tidak mengira hasilnya akan seperti ini, kalah besar karena target awal meraih poin di kandang PSS. Kesalahannya tadi di babak pertama, pemain belakang kehilangan komunikasi dan kerjasama. Di babak kedua mulai rapi tapi sudah terlambat,” komentar Bona.(Des)

Read previous post:
Perpanjangan Tanggap Darurat Kekeringan Diperlukan

WATES (MERAPI) - Pemerintah Kabupaten Kulonprogo melakukan kajian rencana perpanjangan status tanggap darurat kekeringan di wilayah setempat. BMKG Yogyakarta memperkirakan

Close