5 Petahana Harus Bertarung dengan Istri Sendiri dalam Pilkades Kulonprogo

WATES (MERAPI) – Sebanyak 56 orang di 20 desa di Kabupaten Kulonprogo akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2018 serentak pada 14 Oktober ini. “Jumlah peserta Pilkades 2018 cukup banyak setiap desa. Kami berharap masyarakat dapat memilih calon kades yang mereka anggap mampu memimpin desanya,” kata Kepala

Seksi Kelembagaan dan Aparatur Pemerintah Desa DPMDPPKB Kulonprogo, Risdiyanto, Selasa (9/10).
Ia mengatakan dari 56 peserta pilkades, ada 15 orang di antaranya merupakan petahana. Dari jumlah itu, ada 15 desa yang petahananya kembali mencalonkan diri dan lima di antaranya harus bertarung berebut suara dengan istrinya sendiri, yakni di Desa Kedundang Kecamatan Temon, Panjatan dan Cerme Kecamatan Panjatan), Pandowan Galur serta Sri Kayangan Sentolo.

“Petahana yang maju kembali cukup banyak. Bahkan ada petahana yang berhadapan langsung dengan istrinya,” kata Risdiyanto.

Menurut dia, majunya pasangan suami istri diperbolehkan karena tidak ada aturan yang melarang.

Sementara itu, petahana dari Desa Kedundang Abdul Rosyid mengakui bahwa istrinya juga maju sebagai lawan politiknya dalam Pilkades nanti. Namun begitu, ia menolak adanya anggapan bahwa pencalonan istrinya itu sekadar untuk mengamankan perolehan suaranya lantaran regulasi jelas mengatur bahwa minimal jumlah calon sebanyak dua orang dan majunya sang istri berdasarkan usulan warga.

“Saat masa pendaftaran calon memang tidak ada pendaftar lain selain dirinya. Hingga dilakukannya perpanjangan masa pendaftaran, tetap saja tidak ada warga yang bersedia mencalonkan diri,” katanya dilansir Antara.

Regulasi sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Kulonprogo nomor 2/2015 tentang jabatan kepala desa maupun Peraturan Bupati Kulonprogo Nomor 23/2015 terkait pelaksanaan Perda tersebut.

Regulasi itu mengatur bahwa jumlah calon minimal dua orang dan maksimal lima orang. Hal ini secara jelas juga tak memberi kemungkinan adanya satu calon saja dengan melawan kotak kosong. (*)

Read previous post:
BATIK CAP KHAS YOGYA-Jangan Terkena Sinar Matahari Langsung

PEMILIK usaha batik mempunyai kiat tersendiri agar produk batik yang dibuat dapat diterima masyarakat, terlebih generasi muda. Selain soal warna,

Close