Pembayaran Retribusi Elektronik Diperluas di Pasar Demangan

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti secara simbolik menyerahkan kartu uang elektronik untuk pembayaran e-retribusi pasar. (MERAPI-TRI DARMIYATI)
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti secara simbolik menyerahkan kartu uang elektronik untuk pembayaran e-retribusi pasar. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

UMBULHARJO (MERAPI) – Setelah Pasar Beringharjo sisi barat kini pembayaran retribusi pasar secara elektronik atau e-retribusi diperluas di Pasar Demangan Yogyakarta. Penerapan uang elektronik kepada seluruh pedagang di kedua pasar tersebut dilakukan secara bertahap.

“Konsep e-retribusi di Pasar Demangan ini sama dengan di Pasar Beringharjo sisi barat. Pakai kartu e-money yang ditempelkan ke mesin pembayaran,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang, usai penandatangann perjanjian kerja sama dengan Bank BTN di Balaikota, Selasa (9/10).

Dia menjelaskan total ada sekitar 700 pedagang di Pasar Demangan yang akan disasar pembayaran e-retribusi secara bertahap. Yang membedakan adalah layanan perbankan yang dilibatkan. Pada Pasar Demangan melibatkan Bank Tabungan Negara (BTN), sedangkan di Pasar Beringharjo, layanan pembayaran e-retribusi dilakukan lewat Bank BPD DIY.

“Nantinya kita akan tambah terus karena ini mengubah perilaku pedagang, sehigga membutuhan waktu. Dari yang sebelumnya didatangi petugas pemungut retribusi, kini pedagang yang aktif membayar sendiri dengan mengetab di mesin pembayaran,” tuturnya.

Untuk mendukung itu, Pasar Demangan nantinya dilengkapi dengan mesin seperti mesin ATM yang bisa dimanfaatkan pedagang untuk membayar e-retribusi. Dia menyatakan berbagai strategi dilakukan untuk mengubah perilaku pedagang agar memanfaatkan pembayaran nontunai. Misalnya tidak banyak menurunkan petugas pungut retribusi pasar dan sosialisasi mengenai kemudahan pembayaran e-retribusi.

“Dengan e-retribusi ini petugas pemungut pajak tidak perlu bertugas mendatangi pedagang satu-persatu. Petugas pemungut akan kami tarik untuk tugas lain. Pembayaran lewat e-retribusi ini menjadi lebih transparan dan akuntabel,” terang Tion

Sementara itu Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menyampaikan sesuai saran pemerintah pusat, daerah diminta mempercepat penerapan teknologi agar pembayaran retribusi pasar lebih mudah. Dia menyebut selama ini retribusi 30 pasar di Kota Yogyakarta mencapai sekitar Rp 15,6 miliar atau menyumbang 2,8 persen dari pendapatan asli daerah.

Selain e-retribusi pasar, juga dilakukan kerja sama dengan Perpustakaan Kota Yogykarta dan Kwarcab untuk penerapan kartu tanda anggota Pramuka sekaligus kartu perpustakaan Kota Yogyakarta dan ATM bank. Total da 417 anggota Pramuka Kota Yogyakarta yang telah memilik kartu itu.

Deputi Regional Manajer Bisnis BTN Jateng-DIY Chrisdy B Epsa mengatakan, kerja sama itu menjadi proyek percontohan. Menurutnya pembayaran e-retribusi nontunai menggunakan kartu selain lebih mudah, transaksi keuangan juga lebih aman. (Tri)

Read previous post:
Anak Muda Jangan Malas Bertani, Kini Sudah Ada Alsintan

KALIBAWANG (MERAPI) - Perkembangan teknologi mampu menghasilkan alat mesin pertanian (alsintan) modern yang sangat canggih. Dengan alat ini, proses bertani

Close