UTANG PIUTANG DIKEMAS JUAL BELI- Penggugat Mengaku Tak Pernah Jual Tanah

 

Salah satu saksi yang diajukan penggugat ke persidangan PN Sleman. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Salah satu saksi yang diajukan penggugat ke persidangan PN Sleman. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

SLEMAN (MERAPI)– Penggugat Ny Suhartinah, Retno Yuliastuti dan Intan Rahayu Nurhidayah ketiganya warga Klurak Baru Bokoharjo Prambanan Sleman mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum dan perlawanan terhadap Ny Nora Laksono dkk, warga Semarang Jawa Tengah, tergugat notaris dan PPAT Tri Agus Heryono SH dan tergugat Bank UOP Cabang Yogyakarta ke Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Senin (8/10).

Dari keterangan 2 saksi penggugat yakni Slamet Nur Kholis dan Yulianta, selama ini tak ada perjanjian jual beli tanah milik penggugat Ny Suhartinah kepada tergugat Ny Nora Laksono. “Peralihan kepemilikan hak atas kesebelas tanah objek sengketa tidak dilakukan secara tunai, terang dan riil sebagaimana dilakukan menurut adat hukum di Indonesia. Sehingga perjanjian perikatan jual beli merupakan perjanjian pura-pura karena kenyataannya perjanjian utang piutang yang dikemas dalam bentuk jual beli,” ujar kuasa hukum penggugat Oncan Poerba SH didampingi Willyam H Saragih SH dan FX Yoga Nugrahanto SH kepada wartawan usia sidang.

Perkara ini bermula saat penggugat Ny Suhartinah dan tergugat Ny Nora Laksono terjadi hubungan pinjam meminjam uang Rp 6 miliar melalui perantara tergugat Ny Rodiyah. Hubungan pinjam meminjam dilakukan untuk menyelamatkan jaminan tanah milik penggugat dan anak-anaknya selaku ahli waris dari suami penggugat Ny Suhartinah yang diagunkan sebagai jaminan utang di BRI Cabang Yogyakarta.
Agar tergugat mau meminjamkan kepada penggugat terhadap objek yang menjadi jaminan agar dibuatkan perjanjian perikatan jual beli dan surat kuasa menjual sebagai formalitas untuk mendasari pembayaran bunga pinjaman. Setelah nantinya dilunasi maka tanah milik penggugat akan dikembalikan.

Secara bertahap tergugat melakukan pembayaran utang penggugat kepada BRI hingga lunas pada 19 Agustus 2011 sekaligus dibuatkan Perjanjian Perikatan Jual Beli, Surat Kuasa Menjual dan Sewa Menyewa melalui tergugat Notaris dan PPAT terhadap 11 bidang tanah terdiri dari 2 bidang sawah seluas total 4.278 m2 dan 9 tanah pekarangan masing-masing dengan luas sekitar 94 m2.
Tetapi dalam penggugat tidak pernah menerima uang Rp 6 miliar dari tergugat. Dan ternyata nilai harga yang tercantum dalam Perjanjian Perikatan Jual Beli senilai Rp 8 miliar. Seiring berjalannya waktu 11 tanah sertifikat hak milik (SHM) telah diproses balik nama menjadi sertifikat hak guna bangunan (SHGB) atas nama kedua anak tergugat.

Perubahan 2 bidang sawah dari SHM menjadi SHGB dilakukan dengan cara memalsukan tanda tangan penggugat Ny Suhartinah untuk mengurus izin pengeringan tanah dari tanah sawah menjadi pekarangan. Dalam perkembangannya kesebelas tanah objek sengketa telah dijaminkan kepada tergugat Bank UOB Cabang Yogyakarta. Padahal selama ini penggugat tidak pernah menjual tanahnya tersebut dan di atas tanah masih berdiri masjid Ar Rohmah yang digunakan masyarakat untuk beribadah. (C-5)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Ditarget Selesai Desember, Pemerintah Desa Gumpang Kejar Penyelesaian Rehab 51 RTLH

SUKOHARJO (MERAPI) - Pemerintah Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura melakukan pengawasan ketat terhadap proses rehab 51 unit rumah tidak layak huni

Close