JELANG DERBY DIY – Panpel PSS Tunggu Rapat Koordinasi

 

SLEMAN (MERAPI) – Panpel PSS Sleman sepakat menunggu hasil rapat koordinasi dengan Polda DIY dan pihak PSIM sebelum mengeksekusi rencana laga derby DIY pada Rabu (10/10) di Stadion Maguwoharjo. Keputusan ini diambil setelah pihak Panpel PSS menerima undangan resmi rapat koordinasi perihal perizinan dan pengamanan di Ruang Serba Guna Polda DIY Senin (8/10) siang ini.

Jaguar Tominangi, Ketua Panpel PSS berharap hasil rapat koordinasi bisa membuat nyaman semua pihak. “Kalau kami siap menggelar pertandingan tapi besok (hari ini) ada pertemuan di Polda. Undangan sudah kami terima. Lalu keputusannya sementara ini akan mengikuti rapat koordinasi dulu. Kami berharap hasil keputusan membuat pertandingan berjalan aman dan nyaman,” katanya Minggu (7/10).

Manajemen PSS membenarkan pihak Panpel. Apapun keputusan dari rapat koordinasi, manajemen akan menerimanya dengan legawa. Hal ini disampaikan Manajer PSS, Sismantoro kemarin. Menurutnya, andai pertandingan digelar tanpa penonton pun mereka akan menerimanya. Ia juga mengajak suporter DIY agar berpikir dewasa setelah banyaknya peristiwa di luar lapangan yang merenggut korban jiwa jelang atau sesudah pertandingan.

“Kalau mau main seperti di Bantul kemarin ya tidak apa-apa. Tanpa penonton dengan banyak pertimbangan juga tidak apa-apa, kami akan menerima segela keputusan. Saya sebagai masyarakat juga mau menjaga DIY ini tetap aman dan nyaman. Sudah waktunya kita sama-sama dewasa dan saya harap suporter juga bisa berpikir sama, mengedepankan kemanan dan kenyamanan,” katanya.

Sementara itu di dalam lapangan, Tim Pelatih terus mempersiapkan para pemain meski izin pertandingan masih harus menunggu hasil rapat koordinasi antarpanpel dan perwakilan suporter hari ini. Pelatih Kepala PSS, Seto Nurdiyantoro, menegaskan dirinya enggan memikirkan spekulasi soal teknis pertandingan dan lebih berfokus memperbaiki kekurangan usai takluk 0-1 dari Blitar United. “Kami mau maksimal di dua pertandingan sisa, lawan PSIM dan Mojokerto. Sekarang juga masih mengevaluasi cara bermain anak-anak dan kekurangan lainnya yang kemarin terlihat. Kalau pikirannya enggak fokus, tidak baik juga,” tegas Seto.

Adapun evaluasi yang masuk ke catatan perbaikan adalah soal kerapatan lini pertahanan dan kerapian serangan. Saat melawan Blitar United, Seto melihat barisan pemain belakang kurang rapat dalam melakukan pengawalan maupun ‘covering’ ke striker lawan. Lalu PSS juga belum memperlihatkan variasi serangan karena terlalu tergantung pada serangan dari lini sayap.

“Variasi serangan masih kurang terus pertahanan masih juga begitu. Kami mau dua laga terakhir sudah ada perubahan, artinya sudah mulai membaik dan kuat,” sambung Seto. (Des)

Read previous post:
PIALA ISMANGOEN 2018 – SSB Bangunkerto Juara KU-12

  SLEMAN (MERAPI) - SSB Bangunkerto Turi menjuarai turnamen sekolah sepakbola (SSB) Piala Ismangoen 2018 Kelompok Usia (KU) 12. Sedang

Close