Kemarau Panjang, Warga Beli Air Rp 2.000 Per Dirigen

Pengedropan bantuan air bersih di desa Pati selatan yang mengalami kekeringan. (MERAPI-Alwi Alaydrus)
Pengedropan bantuan air bersih di desa Pati selatan yang mengalami kekeringan. (MERAPI-Alwi Alaydrus)

PATI (MERAPI) – Daerah terdampak kemarau di wilayah kabupaten Pati semakin meluas. Untuk mendapatkan air bersih, sejumlah warga di wilayah kecamatan Jakenan dan Pucakwangi sampai harus mengeluarkan dana Rp 2.000 per derijen. Kemudian untuk menolong warga yang membutuhkan air bersih, memaksa Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jratunseluna membantu mengebor sumur di desa Pasuruan Kecamatan Kayen.

“Sumur bor BWWS yang di Dukuh Dumpil Desa Kedungmulyo bisa untuk melayani 30 kepala keluarga. Namun untuk yang di Desa Sitimulyo, serta Desa Sekartanjung Kecamatan Pucakwangi gagal. Meski sudah di bor hingga kedalaman 20 meter, ternyata airnya berasa payau,” . Demikian diungkapkan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Sanusi Siswoyo, Sabtu (6/10).

Saat ditemui wartawan, Sanusi Siswoyo mengungkapkan mulai memetakan lokasi yang dianggap rawan banjir. Hal ini sebagai konsekuensi kondisi beberapa wilayah kabupaten Pati, yang mengalami kekeringan pada musim kemarau, dan menjadi sasaran banjir pada musim hujan. Serta kawasan rawan longsor dan puting beliung.

Kepala BPBD Pati, Sanusi Siswoyo mengatakan, selain menangani masalah dampak kekeringan, pihaknya berkoordinasi untuk pemetaan daerah langganan banjir. “Daerah banjir berada di sepanjang bantaran sungai Juwana. Tercatat ada 59 desa yang berada di 7 kecamatan” ujarnya.

Menjawab pertanyaan dampak kekeringan, kepala Nanti BPBD Pati mengingatkan masyarakat untuk waspada dengan masalah kebakaran. “Jangan
sembrono memasang instalasi listrik rumah. Kebanyakan kebakaran yang terjadi akibat hubungan arus pendek, dari jaringan tambahan yang dipasang pelanggan listrik” ucapnya.

Selama musim kemarau ini, BPBD Pati mengirimkan bantuan air ke sejumlah desa yang tersebar di sepuluh di kawasan Pati selatan. “Ada 77 desa yang telah mendapat mendapat pengiriman bantuan air bersih untuk warga di daerah Pati bagian selatan, yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Jumlah pengiriman air sudah mencapai 373 tangki,” katanya.

Pengiriman, diantaranya diarahkan ke desa Srikaton, Cengkalsewu, Kayen, Tambahagung, Sidomukti, Jaken, Ronggo, Mojolampir, Boto, Lundo, Trikoyo, Tambahmulyo, Sendangsoko, Kalimulyo, Keben, Angkatan Kidul, Langenharjo, Mojo, serta beberapa desa di wilayah Kecamatan Jaken.

Sementara itu, untuk membantu warga yang membutuhkan air bersih, sempat memantik elemen masyarakat melakukan droping air. Seperti yang dilakukan Himpunan Pengusaha Hotel Pati, dan sejumlah parpol. (Cuk)

 

Read previous post:
Wanita Cantik Penjaga Bank

BANYAK cerita tentang kantor yang angker. Di mana saja. Itu bisa kita maklumi Karena kebanyakan kantor tak berpenghuni di malam

Close