YOGYA TAMBAH 4 KECAMATAN LAYAK ANAK-Gugus Tugas Diharap Cegah Kekerasan

Sejumlah anak memanfaatkan RTH di Gajah Wong Educational Park Kampung Pandayen Umbulharjo. Keberadaan RTH menjadi salah satu aspek penilaian Adipura. (MERAPI-TRI DARMIYATI)
Sejumlah anak memanfaatkan RTH di Gajah Wong Educational Park Kampung Pandayen Umbulharjo. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

UMBULHARJO (MERAPI) – Sebanyak 4 kecamatan di Kota Yogyakarta tahun ini diinisiasi menjadi Kecamatan Layak Anak (KLA). Empat kecamatan yang dipilih menjadi KLA adalah kecamatan yang memiliki potensi kasus kekerasan anak dan pemberdayaan masyarakat untuk pemenuhan hak-hak anak.

“Tahun 2018 ini diinisiasi di empat kecamatan yaitu Gondomanan, Gedongtengen, Gondokusuman dan Wirobrajan. Kecamatan ini dipilih karena berdasar rencana aksi daerah dan potensi kasus kekerasan anak,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Yogyakarta Octo Noor Arafat, Selasa (2/10).

Pembentukan KLA di Yogyakarta sudah dilakukan sejak 2016 secara bertahap. Dia menyebut kini total ada 10 KLA dan ditargetkan semua kecamatan menjadi KLA pada tahun 2019.

Menurutnya, program yang dilakukan berupa kegiatan sosialisasi, pembentukan gugus tugas KLA. Di samping itu penyusunan program kerja KLA sesuai dengan problematika dan potensi di masing masing kecamatan. Misalnya terkait kasus kekerasan anak, maka program diarahkan pada upaya pencegahan seperit sosialisasi mengenai pola pengasuhan anak yang baik.

Pada 2017, Kecaamtan Jetis, Umbulharjo dan Kotagede diinisiasi menjadi KLA karena memiliki potensi angka permasalahan remaja yang tinggi yaitu kehamilan yang tidak diinginkan serta kekerasan dalam rumah tangga. Sedangkan Umbulharjo dari sisi demografi yang cukup tinggi.

“Kecamatan Layak Anak masih inisiasi belum ada evaluasi menyeluruh terhadap kecamatan yang sudah menjadi layak anak. Tapi harapannya gugus tugas kecamatan layak anak bisa menekan kasus kekerasan dengan pencegahan,” paparnya.

Namun diakuinya gugus tugas KLA memiliki kendala karena faktor regenerasi pengurus dan komitmen ketugasannya. Oleh sebab itu setelah semua kecamatan menjadi KLA di 2019, maka pada tahun berikutnya pihaknya akan fokus ke pendampingan atau penguatan program. (Tri)

Read previous post:
Semua Tampak Tidak Berbusana

KALA itu disaat usianya menginjak delapanbelas tahun, Mas Nung (bukan nama sebenarnya) menerima warisan dari Eyangnya. Bukan berupa tanah atau

Close