Kirab Dukutan Dikemas Jadi Wisata Religi

MERAPI-ABDUL ALIM Kirab Dukutan melibatkan semua potensi warga Nglurah Tawangmangu.
MERAPI-ABDUL ALIM
Kirab Dukutan melibatkan semua potensi warga Nglurah Tawangmangu.

TRADISI kirab Dukutan kembali hadir di tengah-tengah masyarakat Lingkungan Nglurah Kelurahan/Kecamatan Tawangmangu, Selasa (2/10) lalu. Bersih dusun untuk menghormati leluhur kali ini lebih tertata, karena dikemas untuk wisata religi.

Seperti biasanya, kegiatan dipusatkan di Situs Menggung. Event ini oleh warga Nglurah dimanfaatkan untuk mengenalkan Dukutan ke luar kampungnya, dengan melakukan kirab seluruh peserta upacara berikut uba rampe. Warga mengelilingi jalanan lingkungan Nglurah sambil membawa makanan berupa palawija dan jagung, yang telah didoakan. Mereka berangkat dari area Situs Menggung sekitar pukul 07.30 WIB, lalu meniti rute kirab untuk kembali ke tempat semula.

“Kami terus mengevaluasi penyelenggaraan Dukutan. Menambah segala sesuatu agar kunjungan wisatawan ke kampung kami bertambah banyak. Mengingat 90 persen penduduk kampung Nglurah pedagang tanaman hias, alangkah baiknya mempromosikan kampung tanaman hias ini melalu kirab Dukutan,” kata Kordinator Lingkungan (Korling), Ismanto Hartono kepada wartawan.

Dukutan merupakan tradisi turun-temurun di Nglurah tiap Selasa Kliwon wuku dhukutan yang berlangsung tujuh bulan sekali. Acara ini sebagai wujud syukur kepada Tuhan YME. Sejumlah pemuda melemparkan palawija dan jagung sesajen ke arah warga dan rumah yang mereka lewati.

Menurut Ketua Penyelenggara Dukutan, Sugeng, aksi saling lempar bahan makanan merupakan simbol bersedekah. Proses Dukutan dimulai Senin (1/10). Para warga mengumpulkan sedekah nasi jagung, kemudian malam selasa Kliwon digelar tirakatan. Pada pagi harinya pawai keliling dan dilanjutkan pentas wayang kulit pada malam hari. “Dukutan kini menjadi obyek wisata religi warga Nglurah yang boleh disaksikan masyarakat umum. Media promosi juga untuk Tawangmangu,” katanya. (Lim)

 

Read previous post:
Penjarahan Saat Bencana

  KATA penjarahan sangatlah sensitif ketika diterapkan dalam situasi bencana alam seperti gempa bumi yang baru-baru ini mengguncang Palu Sulawesi

Close