PSS Bidik Playmaker di 8 Besar

 

SLEMAN (MERAPI) – Tim Pelatih PSS Sleman menginginkan satu pemain baru yang berposisi sebagai playmaker di babak 8 besar putaran dua Liga 2 mendatang. Cederanya Dave Mustaine yang perannya belum bisa digantikan Ilham Irhaz menjadi sebab utama. Apalagi di babak 8 besar Laskar Sembada bakal menghadapi lawan yang jauh lebih tangguh dari tim-tim yang berada di Grup Timur Liga 2 saat ini.

 

Pelatih Kepala PSS, Seto Nurdiyantoro, mengatakan telah menyampaikan rencana ini ke pihak manajemen. “Sekarang pemain kami minim. Di babak 8 besar saya butuh pemain yang bisa membagi bola sekaligus membongkar pertahanan lawan. Untuk nama-namanya sudah ada beberapa calon tinggal nanti bagaimana manajemen. Sudah kami sampaikan juga ke manajemen tentang penambahan para pemain ini,” terang Seto Selasa (2/10) siang.

 

Kehilangan kreator serang dalam lima pertandingan terakhir mengurangi produtivitas gol PSS. Empat pertandingan terakhir mereka hanya mampu menceploskan satu gol ke gawang lawan. Selain persoalan penyelesaian akhir, umpan matang yang datang dari tengah lapangan jarang terlihat. Wajar apabila Seto menginginkan playmaker yang setidaknya sebanding dengan Dave Mustaine.

 

“Kami selalu tambal sulam selama putaran pertama dan kedua Liga. Lama-lama memang menyulitkan apalagi kalau ada cedera sana-sini. Pembagi bola sangat minim, kami bersyukur selama ini ada Ichsan Pratama tapi ke depan butuh partner,” sambung Seto.

 

Terpisah manajemen PSS membenarkan sudah menerima nama-nama calon pemain anyar di babak 8 besar. Pihak manajemen juga telah membicarakan kemungkinan transfer sejumlah nama yang masih disimpan rapat ini. Manajer PSS, Sismantoro, menegaskan manajemen tidak mempermsalahkan harga si pemain yang diinginkan selama ia punya motivasi sama yaitu membawa PSS ke Liga 1. Untuk persoalan tambal sulam lainnya, manajemen menyerahkan sepenuhnya pada tim pelatih.

 

“Sudah dibicarakan soal penambahan pemain. Kami mendukung keputusan tim pelatih soal pemilihan pemain ini, finansial tidak ada masalah selama niatnya memang mengangkat PSS ke Liga 1,” tegasnya.

 

Adanya penambahan pemain ini membuat skuad PSS bakal tambah gemuk. Pasalnya manajemen memastikan penambahan tidak dibarengi dengan pencoretan pemain terlebih regulasi PT LIB menyebut skuad maksimal dalam tiap tim berjumlah 30. Seto sendiri cukup lega tidak akan ada pencoretan pemain apalagi PSS masih harus bermain di Piala Indonesia ke depannya yang juga membutuhkan banyak pilihan pemain.

 

“Dalam formasi ini gelandang punya peran yang sangat berat dan rentan cedera. Skuad gemuk tidak masalah yang penting semua berbagi peran masing-masing entah di Liga atau Piala Indonesia ke depan,” tambah Seto.

 

PSS sendiri saat ini masih melakukan persiapan menghadapi Blitar United di Stadion Gelora Supiyadi. Latihan pemulihan kondisi berjalan baik di mana tak ada pemain yang mengalami cedera parah usai menghadapi Semeru FC di pekan ke-18 kemarin. Rabu (3/10) ini Seto mulai memberi menu taktik dan strategi yang akan digunakan menghadapi Blitar United. Di tengah latihan persiapan, Seto terus memantau kondisi Jodi Kustiawan yang tengah menjalani masa pemulihan di Sleman. Ia berharap Jodi sendiri bisa sembuh sebelum PSS mulai bertarung di babak 8 besar Liga 2.

 

“Kami terus komunikasi dengan tim di sana, bagaimana Jodi dan Dave Mustaine terutama. Saya pribadi ingin mereka bisa sembuh sebelum masuk ke babak 8 besar. Untuk sisa pertandingan di putaran dua cukup riskan menurunkan mereka jadi lebih baik disimpan dulu saja,” kata Pelatih asal Kalasan ini. (Des)

Read previous post:
Cita Rasa Rempah dalam Telur Asin

CAPAIAN kesuksesan usaha selalu membutuhkan inovasi dan kreativitas para pelakunya. Jika tidak, produk yang dihasilkan tak akan bisa bersaing di

Close