Kompetisi Bantul Diputar Hari Ini

Wakil Ketua Askab PSSI Bantul, Susilo Marwoto (dua kanan) bersama jajaran pengurus saat memberikan keterangan. (MERAPI-BENI WIDYASWORO)
Wakil Ketua Askab PSSI Bantul, Susilo Marwoto (dua kanan) bersama jajaran pengurus saat memberikan keterangan. (MERAPI-BENI WIDYASWORO)

 

BANTUL (MERAPI) – Setelah melakukan serangkaian persiapan, Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Bantul siap memutar kompetisi mulai Selasa (2/10) sore. Terdapat 78 klub yang bakal bertanding dari 4 divisi berbeda pada kompetisi musim ini.

 

Menurut Wakil Ketua Askab PSSI Bantul, Susilo Marwoto, pada Divisi Super terdapat 16 klub yang dibagi menjadi dua pool, sedangkan Divisi Utama 18 tim, Divisi I 20 tim dan Divisi II 26 tim. “Di semua divisi sistemnya sama setengah kompetisi dibagi dua pool. Dua tim teratas masuk semifinal dan sistem silang,” ujarnya di Bantul, Sabtu (29/9) lalu.

 

Adapun pertandingan semifinal dan final, dikatakan Susilo, direncanakan bakal digelar di Stadion Sultan Agung Bantul. “Semifinal dan final rencananya di Stadion Sultan Agung, seperti kompetisi-kompetisi sebelumnya,” katanya.

 

Disebutkan Susilo, terdapat program jangka panjang yang diterapkan Askab PSSI Bantul menuju kompetisi yang ideal. “Jadi dari formatnya piramida. Jumlah yang divisi paling atas lebih sedikit dibandingkan di bawahnya, begitu seterusnya,” tuturnya.

susilo

Selain itu, Susilo menjelaskan bahwa pembinaan pemain muda juga diterapkan pada kompetisi musim ini. “Masing-masing tim diwajibkan menggunakan pemain U-21 yang asli Bantul. Ini jadi komitmen kami sejak kompetisi sebelumnya. Karena kami memang prinsipnya juga pembinaan jangka panjang, termasuk untuk seleksi pemain pada Porda DIY 2019 mendatang,” jelasnya.

 

Sedangkan untuk partai pembuka, akan mempertemukan mempertandingkan Divisi I antara Rio Muda lawan Cahaya Samas di Stadion Dwi Windu, sore ini. “Pembukaan rencana dihadiri langsung oleh Bapak Bupati (Suharsono, Bupati Bantul,red) selaku Ketua PSSI Bantul juga,” terang Susilo. (Oro)

Read previous post:
Jamune Jeng Tinuk…

SETELAH berjuang melawan sakit selama berbulan-bulan, akhirnya Pak Barjo harus menyerah. Ia menghembuskan nafas terakhirnya dengan meninggalkan istri yang selama

Close