Seto Enggan Coba-coba di Laga Sisa

 

BLITAR (MERAPI) – PSS Sleman sudah mengunci babak 8 besar Liga 2 berkat kemenangan 1-0 atas Semeru FC Minggu (30/9) lalu. Meski masih menyisakan tiga pertandingan, dua di antaranya tandang dan satu laga derby melawan PSIM, Pelatih Kepala PSS, Seto Nurdiyantoro enggan bersantai. Ia tak mau melepaskan tiga pertandingan sisa.

 

Tak ada yang namanya coba-coba. Seto pun ingin pemain menghadapi tiga laga tersisa dengan serius yang dibuktikan dengan langsung mengagendakan latihan persiapan menghadapi Blitar United Selasa (2/10).

 

Para pemain tak pulang ke Sleman. Bersama Tim Pelatih mereka langsung menuju Blitar dan melakukan persiapan di sana. Selain menghemat waktu, keputusan ini dilakukan agar kebugaran pemain tak terlalu menurun jika langsung menuju Blitar. Selain itu Seto ingin para pemain bisa punya cukup waktu untuk beradaptasi dengan karakter lapangan di kandang Blitar United setelah belajar dari pengalaman menghadapi Semeru FC.

 

“Kami langsung ke sana (Blitar), tidak pulang. Biar hemat tenaga juga waktu persiapannya agar lebih panjang, pemain bisa lama adaptasi lapangan di sana jadi tahu taktik apa yang akan digunakan. Biar fokus juga karena etelah Blitar lalu lawan PSIM di kandang dan terakhir lawan Mojokerto di kandang mereka. Tiga pertandingan ini akan berat dibanding pertamanya (putaran pertama). Ketiganya bakal menyulitkan karena mungkin <I>nothing to lose<P> mainnya. Kami ingin serius, tidak boleh kalah karena itu kami tidak mengurangi kekuatan karena tiap laga itu penting,” tegas Seto Senin (1/10) siang.

 

Menu latihan Selasa (2/10) ini di Stadion Gelora Supriyadi akan diisi program ringan. Setelah itu mereka akan mulai program evaluasi dari laga melawan Semeru FC. Seto membeberkan dua menu yang akan kembali dilatih, yaitu penyelesaian akhir baik dari bola hidup dan bola mati lalu taktik permainan. Penyelesaian akhir memang jadi catatan Tim Pelatih di tiga pertandingan terakhir PSS. Dari tiga pertandingan, PSS hanya mampu mencetak tiga gol.

 

Mengenai kondisi lapangan Seto menilai Stadion Gelora Supriyadi punya lapangan yang jauh lebih baik dibanding Semeru sehingga persoalan taktik bola pendek akan jauh lebih mudah digunakan.

 

“Penyelesaian akhir masih jadi catatan yang masih harus kami perbaiki. Banyak sekali peluang di depan gawang tapi selalu hanya satu yang sukses. Mungkin ini ada hubungannya sama mental juga, ketenangan mengeksekusi bola ketika berhadapan dengan kiper atau bola mati. Kami bersyukur kondisi lapangan di Blitar jauh lebih baik, jadi taktik tinggal poles saja. Kami perbaiki semuanya di Blitar,” tegasnya.

 

Blitar United kini berada di peringkat enam klasemen sementara Grup Timur. Meski beda peringkat, Blitar United sulit ditaklukkan ketika bermain di kandang sendiri. Sembilan kali menjamu tim lawan, Blitar hanya kehilangan poin satu kali ketika kalah 1-3 atas PSIM Yogyakarta Agustus lalu.

 

Catatan ini membuat Seto waspada dengan gaya bermain Blitar di kandang. Catatan itu pula yang membuatnya membantah dugaan bahwa dirinya bakal lebih banyak menurunkan pemain lapis kedua mengingat banyak pemain yang belum diberi kesempatan seperti Tambun Naibaho, Wahyu Sukarta, Try Hamdani, dan I Made Wirahadi.

 

“Kami bawa 18 pemain ke Semeru dan Blitar. Memang ada perubahan tapi bukan berarti kami mainkan semua pelapis. Kami tidak mau melepas pertandingan ini, pokoknya jangan sampai kalah di sini (Blitar). Minimal bawa pulang hasil seri itu sudah bagus setelah melihat minimnya pilihan dan catatan rekor kandang mereka,” tegas Pelatih yang tengah mengambil lisensi kepelatihan A AFC itu. (Des)

 

Read previous post:
ilustrasi
Perampok Berpistol Keliling Jateng-DIY Satroni Minimarket

SLEMAN (MERAPI)- Petugas Satreskrim Polres Sleman, bekerjasama dengan Polres Ungaran dan Polresta Semarang berhasil menggulung lima orang anggota komlotan perampok

Close