PELAKU PAKAI MODUS BARU-Sindikat Pembobol ATM Digulung

MERAPI-SUKRO RIYADI Waka Polres Bantul menunjukkan pelaku dan barang bukti yang disita
MERAPI-SUKRO RIYADI
Waka Polres Bantul menunjukkan pelaku dan barang bukti yang disita

BANTUL (MERAPI) – Petugas Polres Bantul membekuk dua anggota sindikat pembobol ATM yang menggunakan modus baru. Saat beraksi, pelaku bertransaksi di renening sendiri, kemudian saat uang keluar, mereka mematikan listrik agar transaksinya tak tercatat dan uang di saldo tak menyusut.
Dua pelaku lain yang ikut dalam sindikat ini hingga kemarin masih diuru. Waka Polres Bantul Kompol Ahmad Nanang Wibowo SIK didampingi Kasubag Humas AKP Sulistyaningsih kepada wartawan, Senin (1/10) mengatakan, dua tersangka yang dibekuk yakni Ms (37) warga Sidomulyo, Wonosari, Madiun, Jawa Timur serta Js (37) warga Sumberasri, Saradan, Madiun, Jawa Timur. Sementara dua tersangka lain yang jadi buruan polisi yakni Sr dan Dn.
Ahmad Nanang mengatakan, keberhasilan membongkar kasus ini berawal ketika awal September lalu korban Andri Marwanto sebagai pihak ketiga pengelola ATM, menerima laporan dari pihak Bank BRI jika terjadi kerusakan di ATM di Jalan Parangtritis Bantul. Setelah laporan masuk, selanjutnya dilakukan pengecekan di lapangan. Dari pengecekan itu, diketahui terjadi penarikan uang senilai Rp 1,1 juta namun tak tercatat dan tidak masuk di dalam transaksi. Kejanggalan itu kemudian dilaporkan ke polisi.

Dengan bekal laporan ini, petugas melakukan penyelidikan di lapangan. Dari rekaman CCTV polisi berhasil mengidentifikasi pelaku sebelum akhirnya berhasil meringkus keduanya di Sleman. Dua tersangka lain masih dalam pengejaran. “Terdapat dua tersangka yang sudah kita amankan dan dua lainnya masih buron,” ujar Kompol Ahmad Nanang Wibowo. Dari para tersangka, petugas menyita barang bukti berupa kabel, obeng, saklar, dua alat penjapit dan juga kartu ATM milik pelaku. Para tersangka akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang curat dengan ancaman tujuh tahun penjara.
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Rudi Prabowo menambahkan, kasus ini masih dikembangkan untuk menangkap dua tersangka lain yang identitasnya sudah diketahui. Tersangka mengaku, modus ini sudah dilakukan beberapa kali. Sementara di wilayah Bantul batu satu kali yakni di ATM di SPBU Kretek. “Kita siap koordinasi dengan daerah lain jika ada kasus modus serupa,” ujarnya.(Roy)

Read previous post:
Seto Enggan Coba-coba di Laga Sisa

  BLITAR (MERAPI) - PSS Sleman sudah mengunci babak 8 besar Liga 2 berkat kemenangan 1-0 atas Semeru FC Minggu

Close