Pelaku UMKM Sukoharjo Minim Kesadaran Mengurus HAKI

SUKOHARJO (MERAPI) – Pemilik Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sukoharjo sangat minim. Sebab dari total 10.804 pelaku UMKM Sukoharjo baru ada puluhan saja. Para pelaku UMKM diberikan pembinaan agar segera mengurus HAKI demi perlindungan usaha mereka dari praktek pelanggaran hak cipta. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Jumat (28/6) mengatakan, kondisi minimnya dan rendahnya kesadaran pelaku UMKM dalam mengurus HAKI sangat memprihatinkan. Sebab keberadaan HAKI sangat penting sebagai bentuk perlindungan kepada para pelaku UMKM.

Perlindungan HAKI diberikan terhadap objek merupakan karya karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia seperti hak merk, hak cipta dan desain industri. Bentuk perlindungan tersebut harus dipahami dan diketahui para pelaku UMKM. Minimnya kesadaran pelaku UMKM Sukoharjo dalam mengurus dan memiliki HAKI karena rendahnya pengetahuan. Selain itu juga disebabkan minimnya informasi yang diterima para pelaku UMKM. Karena itu mereka perlu mendapatkan sosialisasi dari petugas. Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo juga menggandeng pihak lain untuk memberikan informasi yang lengkap pada para pelaku UMKM.

“Usaha untuk mendorong para pelaku UMKM Sukoharjo memiliki HAKI. Sebab banyak produk yang dihasilkan atau diciptakan oleh pelaku UMKM. Jadi itu perlu didaftarkan untuk mendapatkan perlindungan karena bisa saja hak cipta mereka diklaim pihak lain,” ujar Sutarmo.

Kepemiliki HAKI tidak hanya sebagai perlindungan saja namun juga memberikan sisi keuntungan bagi pelaku UMKM. Salah satunya berkaitan dengan sisi ekonomis dari suatu kreatifitas intelektual. Keuntungan ekonomis didapat pelaku UMKM apabila hasil karya mereka dipakai pihak lain. Penggunaan itu harus mendapatkan izin dan membayar hak cipta pada pemiliknya. Sisi ini juga belum banyak diketahui oleh pelaku UMKM. “Harapannya setelah kami lakukan sosialisasi maka para pelaku UMKM bisa mengerti dan yang sudah punya kreatifitas intelektual maka diminta segera mengurus HAKI,” lanjutnya.

Pelaku UMKM di Sukoharjo menggerakan berbagai bentuk usaha seperti makanan, minuman, batik, pakaian, mebel, rotan dan lainnya. Dalam menjalankan usahanya mereka masih bersifat tradisional salah satu bentuknya seperti saat produksi. Hal serupa juga dalam pemasaran karena mengandalkan dagang keliling. “Selain berkaitan dengan HAKI kami juga sosialisasikan berkaitan pemasaran online untuk mengembangkan usaha pelaku UMKM,” lanjutnya.

Pemasaran secara online sangat penting bagi pelaku UMKM Sukoharjo tidak sekedar pengembangan usaha namun juga pengenalan produk ke masyarakat. Sistem tersebut sekarang sudah banyak digunakan pelaku usaha diberbagai daerah dan bisa diterapkan di Sukoharjo. (Mam)

Read previous post:
“Kamu Menyusul Sama Siapa?”

BERSAMA lima temannya sesama penghobi mendaki gunung, Arga (bukan nama sebenarnya) berencana akan merayakan pergantian tahun di puncak gunung Merapi.

Close