Siswa TKA Nyai Ahmad Dahlan Praktik Manasik Haji

Para siswa TKA Nyai Ahmad Dahlan saat praktik tawaf mengelilingi kabah dalam kegiatan manasik haji. (MERAPI-ISTIMEWA)
Para siswa TKA Nyai Ahmad Dahlan saat praktik tawaf mengelilingi kabah dalam kegiatan manasik haji. (MERAPI-ISTIMEWA)

RATUSAN anak mengenakan baju ihram putih dan musim putih mengitari miniatur kabah di Lapangan Karang Kotagede, pada Sabtu (29/9) pagi. Mereka mengelilingi kabah dan membaca doa yang dipandu para guru pendamping. Anak-anak juga melempar batu kerikil sebagai bentuk praktik dari melempar jumroh saat menunaikan ibadah haji. Itulah praktik ibadah haji yang dilakukan para siswa TK Aisyiyah (TKA) Nyai Ahmad Dahlan (NAD) Kotagede.

“Praktik manasik haji ini untuk mengenalkan ibadah haji kepada anak-anak. Selama ini anak-anak sudah kami kenalkan melalui belajar dan bermain lagu tentang ibadah haji. Ini praktiknya agar siswa lebih tahu,” kata Ketua Panitia Manasih Haji TKA NAD Kotagede Anisa Tulhijriyah usai manasik haji di Lapangan Karang Kotagede, kemarin.

Total ada 140 siswa putra putri TKA NAD Kotagede yang mengikuti praktik ibadah haji tersebut. Mereka dibagi dalam tiga rombongan untuk mempraktikan ibadah haji tersebut. Dia menuturkan semua tahapan ibadah haji dipraktikkan siswa seperti mengambil batu di Mudzalifah, melempar jumroh, tawaf mengelilingi kabah, sai dan tahalul,.

“Anak-anak mengikuti panduan contoh dari guru dan mempraktikan doa-doanya langsung. Untuk tawaf kabah anak-anak praktiknya tiga kali putaran karen pertimbangan usia,” ujarnya.

Respons para siswa mengikuti kegiatan pratik ibadah haji tersebut cukup tinggi. Terbukti anak-anak terlihat bersemangkat saat memprakatikannya dan tidk ada kendalai, Apalagi praktik ibadah haji tersebut pertama kali bagi anak-anak. Melalui pratik itu juga mendorong anak-anak kelak bisa menunaikan ibadah haji.

“Jadi anak-anak atidka sekadar mempraktikkan dan membayangkan ibadah haji di tanah suci. Tapi juga ada keinginan untuk beribadah haji nantinya,” tambah Humas KB/TKA NAD Iid Maida Rais.

Dia menyatakan kegiatan praktik manasik haji di TKA NAD Kotagede diadakan dua tahun sekali. Selain ibadah haji, ibadah rutin salat juga dipraktikan di sekolah setiap harinya. Sedangkan untuk ibadah pusat dilakukan saat bulan Ramadan.

Sementara itu salah satu siswa TKA NAD Kotagede Hanif senang mengikuti kegiatan manasik haji itu. Dia pun juga terbayang kelak bisa menunaikan ibadah haji. “Senang baru pertama kali. Besok pengin naik haji,” imbuh Hanif usai manasik. (Tri)

 

Read previous post:
SYIAR ISLAM KANJENG SUNAN DI TLATAH KEDU (2) – Ditinggal Belasan Tahun Setia Menunggu

Ki Petungmlarat atau Ki Cakrajaya kagum mengetahui kesaktian orang asing yang mampir ke rumahnya karena bisa mengubah nira menjadi sebungkah

Close