LBH JANOKO- Hadir dengan Semangat Tak Menolak Perkara

 

 Para pengurus LBH Janoko foto bersama di Kantor Jalan Ring-road Utara No 8 Nandan Sariharjo Ngaglik Sleman. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

Para pengurus LBH Janoko foto bersama di Kantor Jalan Ring-road Utara No 8 Nandan Sariharjo Ngaglik Sleman. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

MINIMNYA pengetahuan di bidang hukum membuat masyarakat membutuhkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk membantu menyelesaikan setiap masalah atau perkara yang dihadapi. Lembaga Bantuan Hukum sangat bermanfaat bagi masyarakat luas khususnya bagi mereka yang membutuhkan bantuan hukum dan memperjuangkan keadilan.

Masih banyaknya masyarakat kurang mampu kesulitan mendapatkan bantuan hukum memicu lahirnya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Janoko. “Kata Janoko sendiri memiliki kepanjangan Jangan Menolak Perkoro. Sehingga kami tak akan menolak semua perkara dari masyarakat yang dipercayakan kepada kita,” ungkap Ketua LBH Janoko, Rico Gilang Samudra SH kepada wartawan Kantor Jalan Ring-road Utara No 8 Nandan Sariharjo Ngaglik Sleman, Sabtu (29/9).

Apalagi di Yogyakarta sendiri masih banyak masyarakat kurang mampu membutuhkan bantuan hukum. Untuk itu LBH Janoko hadir agar masyarakat dapat terbantu dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. LBH Janoko sendiri berlambangkan Wayang Janoko yang mempunyai arti ksatria yang membantu menegakkan hukum dan keadilan di masyarakat.

Meskipun baru berdiri pada 30 Agustus 2018 lalu tetapi kehadiran LBH Janoko dapat dirasakan masyarakat. Sampai saat ini sudah ada tiga perkara masuk, satu perkara yakni pencurian di Polsek Tegalrejo Yogyakarta bebas karena tak cukup bukti. Sementara dua perkara lainnya masih dalam proses.

Sebagai sebuah lembaga, LBH Janoko memiliki misi pengabdian kepada masyarakat dengan menyelenggarakan penyuluhan dan bantuan hukum pada masyarakat yang tidak mampu. “Ke depan kita lakukan penyuluhan-penyuluhan tentang hukum di seluruh kabupaten di DIY karena masih banyak masyarakat minim pengetahuan soal hukum,” lanjut Rico menjelaskan.

Disebutkan, untuk program ke depan, LBH Janoko akan melakukan penyuluhan-penyuluhan hukum. Tetapi yang diprioritaskan dalam kinerja akan membantu masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan bantuan hukum. Lembaga ini bersifat terbuka, kritis dan memfokuskan diri pada penegakan hukum, hak asasi manusia dan pengembangan sistem hukum yang adil dan demokratis.

Sementara salah satu Dewan Pembina LBH Janoko, Enji Pusposugondo SH menambahkan, tak hanya menangani perkara umum. Tetapi LBH Janoko berpedoman pada semangat dan prinsip keadilan dan norma-norma kebudayaan. Termasuk ke depannya akan ikut andil dalam menangani perkara yang berkaitan dengan seni budaya.

“Selama ini banyak kasus atau perkara yang berkaitan dengan seni dan budaya di masyarakat. Dengan begitu LBH Janoko ke depannya akan fokus ikut menangani masalah atau perkara yang berkaitan dengan seni dan budaya yang ada dan terjadi di masyarakat kita,” tegas Enji. (C-5)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MENGAKU UNTUK KEPENTINGAN BISNIS -Pemilik Obat Keras Dituntut 1 Tahun

  BANTUL (MERAPI)- Pemilik obat keras, AS (35) warga Ngestiharjo Kasihan Bantul dituntut 1 tahun penjara dan denda Rp 2

Close