SLB Rena Ring Putra II Bangun Ruang Kelas Baru

Drs Bachtiar saat meletakkan batu pertama pembangunan ruang kelas tambahan. (MERAPI-TEGUH)
Drs Bachtiar saat meletakkan batu pertama pembangunan ruang kelas tambahan. (MERAPI-TEGUH)

SEKOLAH Luar Biasa (SLB) Rena Ring Putra II Yogyakarta akan memiliki satu ruang kelas baru, pasalnya mendapat bantuan dari Kemendikbud RI. Peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas tambahan ini dilakukan, Kamis (27/9), di kompleks SLB setempat Jalan Kusuma Negara Yogya.

Peletakan batu pertama dilakukan Kepala Bidang Pendidikan Luar Biasa (LPB) Dikpora DIY, Drs Bachtiar Nur Hidayat disaksikan Pembina Yayasan KPH Kusumoparastho, perwakilan Dinas Kempraswil Kota Yogyakarta, Kepala Sekolah SLB Rena Ring Putra II Dra Ati Hermani Yulianti dan segenap tamu undangan dari Yayasan Dharma Rena Ring Putra Yogyakarta.

Sebelum meletak batu pertama secara simbolis menandai dimulainya pembangunan satu lokal gedung tambahan, Bachtiar berharap bangunan gedung nantinya dapat menambah lancarnya proses belajar dan mengajar di SLB C Rena Ring Putra II. Meski pihaknya mengakui, sebenarnya masih banyak kebutuhan lain guna memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus ini.

“Harapan kami, semoga gedung ini nantinya bisa dimanfaatkan dengan baik bagi proses belajar dan mengajar peserta didik,” ucapnya.

Sementara itu menurut Pembina Yayasan KPH Kusumoparastho ketika ditemui Merapi mengungkapkan, pembangunan gedung merupakan bantuan dari Kemendikbud bidang Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) Pusat. Menurut Kusumoparastho, sebetulnya SLB Rena Ring Putra II sangat membutuhkan gedung yang reprentatif bagi siswa peserta didik guna menunjang kemandirian mereka, sehingga adanya gedung Bina Diri menjadi kebutuhan yang mendesak.

“Sebenarnya bangunan untuk kelas Bina Diri sangat dibutuhkan bagi anak-anak agar mampu mandiri, saat ini ruang kelas yang ada masih terbatas dan hanya bisa digunakan untuk proses belajar biasa,” tandasnya.

Selain ruang kelas khusus untuk Bina Diri, anak peserta didik SLB Rena Ring Putra II juga membutuhkan adanya bangunan musola yang represtatif bagi pendidikan kerohanian anak-anak. Selama ini musola yang ada masih sangat sederhana dan kerkesan apa adanya, sehingga bila digunakan untuk solat berjamaah harus dibagi menjadi kelompok-kelompok karena keterbatasan ruang.

“Selain gedung Bina Diri, juga bangunan musola yang bisa menampung jamaah anak-anak, karyawan dan guru,” ucap Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) Bidang Humas, Sunarya SPd.

Menurut Sunarya, meski jumlah lokal kelas yang representati bagi proses belajar peserta didik masih terbatas, namun upaya memberikan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dilakukan secara maksimal. Hanya saja menurut hemat dia, sebagai satu-satunya sekolah SLB tertua di Yogyakarta yang masih eksis, SLB C Rena Ring Putra II terus berusaha semampunya dalam mengemban tugas sesuai dengan visi misi berdirinya sebagai bentuk kasih sayang kepada anak yang memiliki kebutuhan khusus. (Teguh)

 

Read previous post:
Manunggal Fair Ajang Pamer Produk UMKM

PENGASIH (MERAPI) - Even tahunan Manunggal Fair yang digelar di Lapangan Pengasih, Kulonprogo, resmi dibuka, Jumat (2/9). Diharapkan, even ini

Close