SELEKSI DILAKUKAN PEMERINTAH PUSAT-Waspadai Penipu yang Janjikan Lulus PNS

MERAPI-TRI DARMIYATI Heroe Poerwadi saat memberikan keterangan tentang selsksi CPNS Kota Yogya.
MERAPI-TRI DARMIYATI
Heroe Poerwadi saat memberikan keterangan tentang selsksi CPNS Kota Yogya.

UMBULHARJO (MERAPI)- Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengintakan masyarakat untuk mewaspadai praktik penipuan saat musim rekrutmen CPNS seperti saat ini. Dia memastikan, semua proses rekrutmen dilakukan pemerintah pusat, sehingga jika ada pihak yang menawarkan kelulusan tes, dipastikan penipuan.
“Kami tidak bisa masuk dalam proses seleksi karena semua lewat sistem dan mesin komputer. Kalau ada yang menjanjikan bisa masuk CPNS itu penipuan,” ujar Heroe Poerwadi dalam jumpa pers formasi CPNS Pemkot Yogyakarta di Balaikota Yogya, Kamis (27/9).
Dia mengingatkan masyarakat untuk tidak mempercayai pihak-pihak yang mengaku bisa menjanjikan lulus CPNS. Sebab, tak menutup kemungkinan mereka akan memanfatakan kondisi saat ini untuk mencari korban. Selain itu, pihaknya juga mewaspadai adanya joki ujian. “Soal joki tes itu yang perlu diwaspadi oleh pengawas ujian,” tegas Heroe.
Lebih lanjut dia mengatakan, meskipun tahun ini Pemkot Yogyakarta mendapatkan jatah formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), tapi jumlahnya belum memenuhi kebutuhan. Namun kekurangan pegawai selama ini diklaim tidak menganggu kinerja lantaran sudah ditutup sementara dengan tenaga nonCPNS.

“Formasi CPNS yang disetujui ini baru separuh dari kebutuhan analisis jabatan pegawai di pemkot. Memang kurang banyak sebenarnya. Tapi selama ini kekurangan itu ditutup dengan tenaga teknis (nonCPNS),” kata Wakil Walikota Yogya.
Menurutnya, selama ini pegawai di Pemkot Yogyakarta selalu berkurang karena seiring adanya pegawai yang pensiun setiap tahun. Namun dia menilai selama ini kekurangan itu sudah bisa diatasi dengan tenaga nonCPNS sehingga tidak sampai mengganggu kinerja pemerintah.
Untuk jumlah formasi CPNS yang dibuka tahun ini di Pemkot Yogyakarta yang disetujui pemerintah pusat sebanyak 356 formasi. Dalam tampilan laman Pemkot Yogya sebelumnya tertulis 343 formasi. Formasi itu terdiri dari honorer K2 guru 3 orang, penyandang disabilita 3 orang dan formasi umum 350 orang. Rinciannya meliputi 111 orang guru, 152 tenaga kesehatan dan 87 tenaga teknis.
“Soal kuota honorer K2 ini kebijakan nasional. Yang menentukan formasi dan syarat umur maksimal 35 tahun pemerintah pusat,” ujarnya.

Untuk formasi disabilitas ini para pendaftar tidak termasuk dalam kriteria tuna netra, tuna rungu, tuna wicara dan tuna grahita. Tapi disabilitas lain yang masih dapat melaksanakan tugas jabatan sehari-hari seperti tuna daksa.
Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Yogyakarta Maryoto menyatakan pemkot awalnya mengusulan formasi CPNS untuk 813 formasi tetapi yang disetujui 356 formasi. Rincian formasi bahkan awalnya ada yang tidak sesuai kebutuhan pemkot. Misalnya formasi 24 dokter spesialis, sedangkan kebutuan pemkot hanya 12 dokter spesialis.
“Penentuan jumlah dan formasinya dari kementerian. Kami ajukan revisi karena ada yang tidak sesuai kebutuhan. Revisi formasi itu harus serumpun, misal dari dokter maka revisinya harus di bidang kesehatan,” tandas Maryoto.(Tri)

Read previous post:
Nil Maizar Agendakan Uji coba

  BANTUL (MERAPI) - Dihentikannya untuk sementara pertandingan pada kompetisi Liga 1 tak membuat PS Tira Bantul lantas menghentikan segala

Close