PENGHENTIAN LIGA 1 – PSS Bersiap Andai Liga 2 Kena Imbas

 

SLEMAN (MERAPI) – Dihentikannya Liga 1 selama batas waktu yang tidak ditentukan oleh PSSI usai imbauan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Selasa (26/9) malam membuat para peserta Liga 2 ketar-ketir. Meski belum ada informasi resmi, bukan tidak mungkin Liga 2 yang sudah berjalan selama 18 pekan ini juga kena imbasnya. Manajemen tim peserta Liga 2 kompak berharap tidak ada penundaan pertandingan selama dua pekan atau lebih, termasuk PSS Sleman.

 

Manajer PSS, Sismatoro, ikut bersuara tentang kemungkinan terimbasnya Liga 2 setelah adanya imbauan Menpora yang langsung ditindaklanjuti oleh PSSI itu. Banyak efek negatif yang akan timbul andai Liga 2 juga ditunda. Anggaran dana yang telah disiapkan hingga putaran dua selesai bakal membengkak. Dari sisi tim, adanya jeda waktu lama membuat Tim Pelatih bakal kesulitan mengembalikan ‘peak performance’ para pemain. Namun apapun hasilnya manajemen PSS akan menghormati keputusan dari PSSI dan pemerintah.

 

“Sampai saat ini memang belum ada pemberitahuan, belum ada email juga. Tentunya kami tidak berharap Liga 2 ikut berhenti karena peristiwa di Liga 1. Anggaran yang sudah disiapkan pasti akan membengkak dan anak-anak juga yang sudah latihan untuk menampilkan permainan terbaik pasti akan kena efeknya juga. Barangkali sudah saatnya kita sama-sama dewasa menghadapi kejadian ini, biar tidak selalu terulang lagi terulang lagi,” sambung Sismantoro.

 

Namun Manajemen PSS sudah mengantisipasi jika kabar buruk datang ke meja mereka. Sismantoro menegaskan hal pertama yang akan ia lakukan adalah mengumpulkan jajaran manajemen lalu Tim Pelatih untuk membuat program persiapan mengisi jeda waktu.

 

“Kalau sampai Liga 2 kena imbasnya, artinya ikut berhenti juga kami sudah menyiapkan langkah. Pertama kami ajak bertemu jajaran manajemen lalu Tim Pelatih. Bisa juga memanfaatkan waktu untuk mematangkan persiapan tim, baru itu antisipasi yang bisa dilakukan,” terang Manajer PSS, Sismantoro kepada Merapi, Rabu (26/9) siang.

 

Dari dalam tim, Pelatih PSS, Seto Nurdiyantoro enggan berspekulasi. Pelatih asal Kalasan ini lebih memilih fokus mempersiapkan Arie Sandy dan kawan-kawan menghadapi pekan ke-19 Liga 2 yang akan berlangsung di kandang Semeru FC yang menurut jadwal akan berlangsung Minggu (30/9) sore.

Usai mengembalikan kondisi fisik para pemain melalui latihan ringan hari ini, Seto bakal melatih para pemainnya mengeksekusi bola mati.

Keputusan ini diambil setelah melihat buruknya penyelesaian akhir melalui bola mati, terutama tendangan penalti. Saat menghadapi Kalteng Putra, Christian Gonzales gagal mencetak kedua setelah penaltinya ditepis Riski Pambudi.

 

“Saya fokus persiapan tim saja. Jadwal mepet tanggal 30 kami main lagi di kandang lawan. Untuk besok saya akan perbanyak latihan bola mati, terutama tendangan penalti. Porsinya akan ditambah. Tidak mudah mengambil penalti di tengah tekanan kuat, apalagi di putaran dua ini. Saya akui tekanan kepada pemain di sisa laga babak penyisihan semakin ketat. Semua menunjukan perkembangan bagus di putaran kedua ini. Kami tim pelatih harus melalui hal ini untuk mempersiapkan di tiga laga sisa dan babak delapan besar,” tegasnya.

 

Semeru FC kini berada di posisi 11 klasemen sementara Grup Timur. Tim asal Jawa Timur ini merupakan klub dengan rekor kebobolan terburuk kedua dari 12 tim di Grup Timur. Hingga pekan ke-18 kemarin mereka sudah kemasukan 34 gol. Dari sembilan kali pertandingan kandang, Semeru sukses meraih empat kali menang empat kali kalah dan satu kali seri.

 

Lima hari setelah Semeru FC, PSS kembali bertandang ke Jawa Timur menghadapi Blitar United yang kini mengisi posisi enam klasemen sementara. “Pertandingan selanjutnya sudah tidak bisa diprediksi lagi, tidak bisa dilihat di atas kertas lagi karena seperti yang saya bilang tekanannya tambah kuat. Kami harus benar-benar fokus dan tidak memikirkan hal lain selain pertandingan,” tandas Seto. (Des)

Read previous post:
PIALA RAJA 2018 – Sebayang dan Galank Perkuat Bima Perkasa

  YOGYA (MERAPI) - Bima Perkasa Yogyakarta menghadapi Piala Raja Jogja Istimewa Cup 2018 dengan penuh percaya diri. Skuad yang

Close