KAKEK PENIPU DIADILI-3 Kali Masuk Bui Tak Bikin Mbah Bagong Jera

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM Terdakwa dikawal petugas untuk dimasukkan ke sel tahanan seusai menjalani sidang.
MERAPI-YUSRON MUSTAQIM
Terdakwa dikawal petugas untuk dimasukkan ke sel tahanan seusai menjalani sidang.

BANTUL (MERAPI)- Kakek SM alias Bagong (63) warga Bulu, Trimulyo, Jetis, Bantul diajukan ke meja hijau Pengadilan Negeri Bantul karena terlibat penipuan, Rabu (26/9). Ternyata, Mbah Bagong sudah pernah 3 kali dipenjara dengan berbagai kasus kejahatan.
“Saya terpaksa melakukan ini semua (menipu) karena kepepet kebutuhan hidup. Sehingga saya mencari jalan pintas, tetapi saya menyesal melakukan perbuatan ini,” ujar terdakwa di hadapan majelis hakim diketuai Sri Wijayanti Tanjung SH serta jaksa Afif Panjiwilogo SH di sela-sela persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Rabu (26/9).
Kepada majelis hakim, terdakwa mengaku sudah tiga kali masuk penjara. Dalam persidangan terungkap jika pada Minggu 17 Juni 2018 pukul 10.00, dia bertemu dengan saksi korban Sumiharjo di bengkel sepeda perempatan Palbapang, Bantul. Saat itu terdakwa bertanya apakah sepeda merek Humber milik saksi korban mau dijual dan dijawab boleh dibeli dengan harga Rp 4 juta.

Dua hari setelahnya, terdakwa datang ke rumah saksi korban di Dusun Pokoh Palbapang untuk membeli sepeda dan ditawar Rp 3 juta, tetapi tidak diberikan korban. Kemudian pada akhir Juni 2018, terdakwa kembali datang dan mengatakan ada orang atau temannya yang berani bayar sepeda korban senilai Rp 4 juta. Terdakwa pun meminta bertemu korban di barat Pasar Bantul.
Sesampainya di barat Pasar Bantul, terdakwa meminta saksi korban menunggu dan mengatakan kalau dirinya membawa motor yang diparkir. Selanjutnya, terdakwa meminta sepeda korban dan berdalih hendak menunjukkan kepada orang yang mau beli. Korban pun tak curiga. Dia mulai panik saat terdakwa tak kembali ke tempatnya. Korban tambah curiga saat mendapati ternyata pelaku tak bawa motor.
Dia langsung melapor kepada polisi. Tak lama berselang, pelaku berhasil dibekuk hingga diseret ke pengadilan. Perbuatan terdakwa dijerat dengan pasal 378 KUHP dan 372 KUHP. (C-5)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
DUKUNG PADAT KARYA DI BENER-Warga Relakan Lahannya untuk Jalan Lingkungan

TEGALREJO (MERAPI) -Program padat karya infrastruktur tahun 2018 berupa pembuatan jalan lingkungan di RT 12 RW 07 Kelurahan Bener Kecamatan

Close