GELAPKAN SERTIFIKAT ADIK IPAR -Pengusaha Pengeboran Minyak Diadili

 

Terdakwa saat mendengarkan pembacaan dakwaan jaksa penuntut umum di PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Terdakwa saat mendengarkan pembacaan dakwaan jaksa penuntut umum di PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Pengusaha pengeboran minyak, Ir HS (62) warga Kampung Burujul Cisarua Bogor mulai diajukan ke persidangan Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Rabu (26/9). Terdakwa telah didakwa melakukan penggelapan empat sertifikat milik adik iparnya, Alexander Theodore Lamoh.

Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum Sabar Sutrisno SH di hadapan majelis hakim diketuai Sri Wijayanti Tanjung SH dengan penasihat hukum Enji Pusposugondo SH, Wandi Marseli SH, Supriyanto SH, Eri Rama Diza Mukti SH, Rico Gilang Samudra SH dan Fajar Kurnia Adi SH terungkap, terdakwa merupakan suami Dana Christina yang menikah pada 1987 dengan dikaruniai 3 orang anak.
Sementara Dana Christina mempunyai adik laki-laki yaitu saksi korban Alexander Theodore Lamoh yang merupakan suami Maria Sukmawati Marhaeni tinggal di Perum Bumi Trimulyo Jetis Bantul.
Saksi korban yang merupakan adik ipar terdakwa memiliki tanah warisan dari penjualan milik ayah sebesar Rp 300 juta. Uang tersebut dipergunakan saksi korban untuk membeli 4 kapling tanah.

Untuk itu saksi korban bersama istrinya pada 2008 membeli rumah secara KPR. Setelah lunas pada 18 Desember 2012 saksi korban menerima sertifikat.

Selanjutnya pada 5 Desember 2009 saksi korban membeli tanah dengan SHM 02229/Trimulyo dengan harga Rp 7 juta milik saksi Rosa. Dari pembelian itu penjual menyerahkan SHM beserta surat jual beli bawah tangan kepada terdakwa.

Setelah itu saksi korban dan istrinya kembali membeli rumah dari Romo Josep SHM 03137/Trimulyo seharga Rp 23 juta. Terakhir saksi korban membeli tanah SHM 02230/Trimulyo milik Agus Surya Kawaca seharga Rp 10 juta.

Usai saksi Dana dan terdakwa mentransfer uang ke saksi korban merasa memiliki keempat sertifikat tanah tersebut. Selanjutnya pada 30 Mei 2013 terdakwa bersama isterinya mendatangi rumah saksi korban untuk meminta keempat sertifikat.

Karena sertifikat belum dibalik nama maka untuk dicarikan notaris untuk dilakukan balik nama. Setelah itu terdakwa mendatangi notaris Agatha Irmawati untuk membalik nama sertifikat atas nama isterinya Dana Christina. Namun karena tidak memenuhi syarat maka balik nama tak bisa dilanjutkan dan sertifikat tak dikembalikan. Atas perbuatannya itu terdakwa dijerat pasal 372 KUHP.

Atas dakwaan tersebut terdakwa mengaku keberatan. Untuk itu terdakwa melalui penasihat hukumnya akan menyampaikan eksepsi atau keberatan pada sidang berikutnya. (C-5)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
RUGIKAN NEGARA RP 103 MILIAR- 2 Direksi BPR BKK Pringsurat Ditahan

  TEMANGGUNG (MERAPI) - Dua mantan direksi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Badan Kredit Kecamatan (BKK) Pringsurat Temanggung Suharno dan Riyanto

Close