Adipura Kecamatan Bikin Kampung Bersih dan Hijau

Dinding gang salah satu kampung di Kecamatan Gondomanan dioptimalkan untuk penghijauan menggunakan pot maupun botol bekas. (MERAPI-ISTIMEWA)
Dinding gang kampung di Kecamatan Gondomanan dioptimalkan untuk penghijauan menggunakan botol bekas. (MERAPI-ISTIMEWA)

PERMUKIMAN padat penduduk di kampung-kampung di Kota Yogyakarta memiliki lahan yang terbatas. Tapi tidak ada halangan untuk menjadikannya sebagai tempat nyaman huni. Kuncinya pada kebersihan lingkungan dan menumbuhkan penghijauan pada pekarangan hingga gang. Minimnya pohon besar untuk peneduh bisa disiasati dengan pot, polbag maupun botol bekas.

Seperti yang telah diterapkan di kampung-kampung di Kecamatan Gondomanan. Keberadaan kampung yang bersih dan hijau itu tidak lepas dari kegiatan Adipura kecamatan yang kali pertama diadakan Pemkot Yogyakarta pada tahun 2018. Kecamatan Gondomanan juga meraih nilai tertinggi dan mendapat penghargaan Adipura kecamatan

“Adipura ini bukan untuk meraih penghargaan. Tapi mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, selokan air hingga penghijauan kampung,” ujar Camat Gondomanan Agus Arif, usai workhshop Adipura Kecamatan, di Balaikota, Selasa (25/9).

Dia menuturkan salah satu kampung di Gondomanan yakni Kauman sudah menjadi kampung hijau tingkat provinsi. Salah satu kriterianya adalah dari sisi penghijauan kampung. Pada pekarangan warga maupun dinding gang kampung dioptimalkan untuk menanam tanaman dalam pot. Beberapa jalan gang di kampung juga dicat warna-warni.

“Kampung hijau itu yang kami dorong ke kampung-kampung lain, sehingga bersih dan nyaman huni. Masyarakat yang bergerak dan merasakan sendiri manfaatnya. Bisa untuk <I>refreshinh<P>. Tidak harus pergi jauh-jauh,” paparnya.

Menurutnya apresiasi Adipura Kecamatan yang diarih semakin memotivasi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Hampir semua kampung di Gondomanan sudah bergerak untuk membersihkan lingkungan. Dia pun bercita-cita keberadaan kampung yang bersih, hijau dan nyaman huni bisa menjadi kunjungan wisata kampung.

“Yang terpenting keguyuban masyarakat semakin meningkat karena warga sering melakukan kegiatan bersama,” imbuh Agus.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Suyana mengatakan penilaian Adipura Kecamatan sama dengan Adipura Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dia menyampaikan dari 14 kecamatan di Kota Yogyakarta terdapat 8 kecamatan yang nilainya sesuai grade penilaian Adipura kecamatan72. Sedangkan Adipura Kementerian memiliki grade 73.

“Dari sisi penghijauan, soal keteduhan bisa dari penanaman pohon. Kalau tidak ada lahan dioptimalkan penghijauan pekarangan dengan pot. Tapi kelemahannya, penghijauan dalam pot tidak bertahan lama, sehingga harus meluangkan waktu untuk perawatannya,” urai Suyana.

Pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap Adipura kecamatan. Dia menilai camat harus mempu mengkoordinir titik pantau di wilayah, tujuannya apa, kekeurangannya apa dan kelebihanya. Misal kecamatan bagiamana keberihan PKL di luar pasar. Instansi lain juga telah bergerak misalnya Dinas Pertanian dan Pangan lewat kampung sayur dan kampung hijau

Ketua Tim Adipura Kecamatan Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya menambahkan keberadaan lahan bisa diptimalkan sebagai lahan pangan dan mendukung Adipura. Keberadaanya juga untuk tempat melepas penat. ”Lahan yang bisa untuk <I>ngleremke ati<P> dan <I>nggrabuk nyawa<P>,” pungkas Aman. (Tri)

 

Read previous post:
PS TIRA IMBANGI BALI UNITED – Berharap Hasil Positif Berlanjut

  GIANYAR (MERAPI) - Setelah dipermalukan tamunya PSM Makassar, PS Tira Bantul secara mengejutkan mampu menahan imbang tuan rumah Bali

Close