TIM PELATIH PSIM MENYAMBUT BAIK – Izin Turun, Lawan Semeru FC Boleh Ditonton

 

YOGYA (MERAPI) – Setelah dua kali menggelar laga kandang di Stadion Sultan Agung Bantul tanpa dihadiri penonton, PSIM Yogya akhirnya mendapat kesempatan untuk menggelar laga dengan dihadiri penonton saat menjamu Persigo Semeru FC Lumajang, Senin (24/9) mendatang. Izin keamanan dari Polres Bantul telah dikeluarkan pada Jumat (21/9).

 

Menurut Ketua Panpel PSIM, Wendy Umar, dari proses negosiasi yang dilakukan pihaknya bersama jajaran manajemen, akhirnya membuahkan hasil positif. Melalui rapat koordinasi yang melibatkan perwakilan suporter, skuad Laskar Mataram dipastikan dapat tampil dengan dukungan suporternya, Brajamusti maupun The Maident pada laga lawan Semeru FC.

 

“Izin dari Polres Bantul sudah keluar hari ini (kemarin,red). Untuk selanjutnya kami tetap menunggu kewenangan dari Polda DIY juga untuk proses selanjutnya. Harapannya bisa bermain dengan penonton karena dari Polres Bantul sudah memberikan izin. Itu juga sudah ada koordinasi dengan suporter Kamis (20/9),” terang Wendy di Wisma Ir Soeratin Sosrosoegondo, Yogya, Jumat (21/9).

 

Meski demikian, Wendy berharap kepada para pendukung PSIM yang ingin menyaksikan langsung ke stadion, tetap menjaga ketertiban, baik sebelum, saat hingga setelah pertandingan berlangsung. “Ini tetap masih dalam tahap ujicoba dari kepolisian juga. Jadi kalau terjadi apa-apa pada laga lawan Semeru FC, kemungkinan besar untuk izin saat laga kandang selanjutnya tidak diberikan. Makanya semua pihak harus bisa menghargai keputusan ini,” ujarnya.

 

Perjuangan pihak panpel dan manajemen PSIM dalam mendapatkan izin untuk bermain dengan penonton di Stadion Sultan Agung memang tidak mudah. Hendika Arga Permana dan kawan-kawan sempat ‘terusir’ dari Stadion Sultan Agung pasca-insiden yang menewaskan suporter pada laga menjamu PSS Sleman bulan Juli lalu.

 

Saat itu, PSIM sempat ‘ngungsi’ dengan berlaga di Stadion Wijayakusuma Cilacap. Melihat situasi yang kurang menguntungkan jika kembali berlaga jauh dari wilayah DIY, panpel dan manajemen PSIM kembali melakukan negosiasi dengan pihak pengelola Stadion Sultan Agung meski sempat menjajaki kemungkinan untuk menggunakan stadion lain, mulai dari Magelang hingga Blitar.

 

Akhirnya negosiasi berbuah manis ketika PSIM bisa kembali bermain di Stadion Sultan Agung saat menjamu PSBS Biak dan Persegres Gresik United. Akan tetapi, pada dua laga kandang tersebut PSIM tak mendapat dukungan langsung dari penonton karena kebijakan kepolisian yang tidak memperbolehkan adanya penonton. Melihat kondisi yang berlangsung kondusif, kepolisian akhirnya memberikan toleransi dengan kehadiran penonton pada laga melawan Semeru FC, Senin (24/9) mendatang.

 

Menanggapi hal itu, Pelatih PSIM, Bona Elisa Simanjuntak menyambut baik. “Tentu itu menjadi hal yang positif bagi kami. Motivasi para pemain akan semakin tinggi dengan adanya dukungan suporter langsung di stadion. Semoga saja ini jadi penyemangat kami dan bisa memberikan hasil terbaik di sisa laga nanti,” ungkapnya.

 

Diakui mantan pemain PSS dan PSMS Medan itu, dukungan suporter saat para pemain PSIM berlaga memang sangat dibutuhkan. “Ya jelas punya pengaruh bagi pemain. Terbukti saat lawan PSBS kemarin juga terasa perbedaannya,” akunya. (Oro)

 

Read previous post:
DIY Juara Umum O2SN Jenjang SD

  SLEMAN (MERAPI) - DIY sukses meraih juara umum Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2018 jenjang SD. Selama empat hari

Close