ABSENNYA DUA PEMAIN INTI BERPENGARUH – Lini Pertahanan PSIM Perlu Dievaluasi

 

YOGYA (MERAPI) – PSIM Yogya harus cepat berbenah sebelum melakoni lanjutan kompetisi Liga 2 Grup Timur musim 2018 melawan Persigo Semeru FC, Senin (24/9) mendatang. Kalah tiga gol tanpa balas dari kandang Martapura FC, menjadi pembelajaran bagi skuad Laskar Mataram untuk tampil lebih baik.

 

Pelatih PSIM, Bona Elisa Simanjuntak mengatakan bahwa lini pertahanan menjadi fokus pembenahannya jelang menghadapi Semeru FC. “Lini belakang kami tampil tak sesuai harapan. Ketika kami mendapat banyak tekanan, kami lengah dan lawan bisa cetak tiga gol. Padahal harusnya itu bisa diantisipasi,” katanya di Yogya, Kamis (20/9).

 

Absennya M Arifin di barisan pertahanan, tak dipungkiri Bona jika hal tersebut sangat berpengaruh. “Sedikit banyak memang ada pengaruhnya. Kami berusaha mengantisipasi absennya pemain tapi ternyata secara tim permainan anak-anak masih butuh banyak perbaikan. Hal ini tak boleh berlanjut karena kekuatan tim tak hanya bergantung pada satu atau dua pemain saja,” akunya.

 

Selain Arifin, Ismail Haris juga harus menjadi penonton pada laga lawan Martapura FC. Keduanya memang absen lantaran terkena hukuman akumulasi kartu. Di barisan depan, tidak adanya Ismail juga sangat berpengaruh. Terbukti strategi ‘false nine’ sebagai pengganti kehadiran Ismail, tak membuahkan hasil manis. Bahkan PSIM kesulitan keluar dari tekanan yang dilancarkan Martapura FC saat itu.

 

“Tidak adanya Ismail di depan memang ada pengaruhnya. Namun di lini belakang dan tengah kami sudah kesulitan untuk lepas dari tekanan lawan. Jadi ketika ada peluang juga pemain sulit memanfaatkannya dengan maksimal. Makanya ke depan harus kami perbaiki lagi ini,” paparnya.

 

Melihat komposisi pemain yang diturunkan tim pelatih, memang Arifin dan Ismail tidak pernah absen di laga-laga sebelumnya. Dengan kondisi tersebut, bisa jadi tim sangat ketergantungan terhadap beberapa pemain, termasuk Arifin dan Ismail. “Untuk itu kami berusaha agar tim ini bermain secara kolektif, tidak hanya mengandalkan satu atau dua pemain saja,” beber Bona.

 

Keinginan untuk bisa tampil lebih baik juga disampaikan oleh Manajer PSIM, Erwan Hendarwanto. Menurutnya, PSIM seolah mendapat peringatan setelah pada pada sebelumnya mencatatkan kemenangan 2-1 atas tuan rumah Persiba Balikpapan.

 

“Memang ada sedikit euforia kemenangan setelah lawan Persiba. Namun ketika menghadapi Martapura FC, kami terlihat kesulitan mengembangkan permainan. Selain itu, Martapura FC memang tampil lebih baik dan layak menang. Tentu ini jadi evaluasi bagi kami ke depan,” ungkap Erwan.

 

Meski demikian, kekalahan dari Martapura FC tak perlu menjadi kekecewaan mendalam bagi Hendika Arga Permana dan kawan-kawan. Pada dua laga away di Kalimantan tersebut, PSIM yang menargetkan minimal pulang dengan dua poin, sudah mampu bawa tiga poin.

 

“Sedikit yang tidak membuat kecewa kani adalah raihan tiga poin dari dua laga away di Balikpapan dan Martapura. Namun secara teknis tetap harus perlu pembenahan di dalam tim, tidak hanya soal bertahan saja. Besok lawan Semeru FC kami main di kandang dan harus bisa tampil lebih baik, terutama dalam penyerangan juga. Karena untuk menang harus cetak gol,” tandas Erwan. (Oro)

Read previous post:
MERAPI-SAMENTO SIHONO Pelaku Curas saat digelandang ke Mapolda DIY tanpa penutup kepala.
OPERASI 2 MINGGU, POLDA TANGKAP 27 PERAMPOK-8 Anak Terlibat Perampokan

DEPOK (MERAPI)- Petugas Ditreksrimum Polda DIY berhasil mengungkap 13 kasus perampokan dengan total tersangka 27 orang dalam Operasi Curas Progo

Close