Dijadwal 26 September, Pendaftaran Penerimaan Calon ASN Sukoharjo

SUKOHARJO (MERAPI) – Pendaftaran calon aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Sukoharjo direncanakan akan dilaksanakan pada 26 September mendatang. Kepastian jadwal dan rincian formasi sampai sekarang masih menunggu penetapan resmi dari pemerintah. Semua sistem pelaksanaan rekrutmen akan digelar secara online. Sedangkan tes akan disentralkan pada satu tempat di GOR Diponegoro, Kabupaten Sragen.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Sukoharjo Joko Triyono, Kamis (20/9) mengatakan, sudah selesai mengikuti rapat koordinasi persiapan rekrutmen calon ASN tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 di Semarang, Rabu (19/9). Hasilnya diketahui Pemkab Sukoharjo membuka lowongan sebanyak 407 calon ASN di tiga formasi. Rinciannya, untuk formasi tenaga guru sebanyak 313 orang, tenaga kesehatan 67 orang dan tenaga teknis 27 orang. Semua teknis pelaksanaan rekrutmen menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara online. Daerah hanya bersifat membantu pelaksanaan tugas saja demi kelancaran kegiatan.

Pemkab Sukoharjo dalam menghadapi rekrutmen calon ASN usai rapat koordinasi di Semarang langsung melakukan persiapan. Melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Sukoharjo sudah membentuk tim penerimaan, tim pengawasan, tim verifikator dan tim pelaksanaan tes. Masing masing tim nanti akan diisi oleh beberapa orang petugas baik dari Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

Tim akan ditempatkan pada sebuah posko penerimaan calon ASN Tahun 2018 di salah satu ruang di gedung Setda Sukoharjo. Tempat untuk posko itu sendiri sampai sekarang masih belum ditentukan dimana. Ditempat inilah nantinya semua kegiatan rekrutmen pegawai akan dilayani. Masyarakat nantinya bisa datang baik untuk sekedar mencari informasi maupun mengumpulkan berkas atau pendaftaran secara online.

“Jadwal pendaftaran dan rincian formasi masih tanda tanya. Tapi informasi awal 26 September. Kami masih menunggu kepastian dari BKN. Semua proses akan dilayani secara online artinya tidak perlu ada berkas dalam bentuk kertas dikumpulkan pelamar ke kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Sukoharjo,” ujar Joko Triyono.

Secara teknis nantinya pelamar calon ASN bisa datang ke posko penerimaan di gedung Setda Sukoharjo dengan membawa sejumlah berkas persyaratan. Selanjutnya pelamar akan dilayani oleh petugas di masing masing tim yang telah dibentuk Pemkab Sukoharjo.

Pelamar akan dilayani petugas untuk mengisikan posisi lamaran sebagai calon ASN yang dipilih. Selanjutnya petugas akan melampirkan berkas syarat dari pelamar untuk di scan di unggah ke sistem pendaftaran online.

Sebelum di scan dan diunggah ke sistem pendaftaran online petugas akan melakukan verifikasi kelengkapan syarat lebih dulu. Hal ini untuk memastikan semua sudah dipersiapkan oleh pelamar calon ASN. Apabila ada kekurangan maka nantinya calon ASN wajib melengkapinya terlebih dahulu.

“Masyarakat bisa memantau perkembangan penerimaan calon ASN melalui situs resmi milik Pemkab Sukoharjo atau BKN. Disana sudah banyak informasi yang disediakan termasuk kuota dan formasi,” lanjutnya.

Pada penerimaan calon ASN Tahun 2018 Pemkab Sukoharjo sebenarnya mengajukan usulan sebanyak 450 orang. Namun yang disetujui pemerintah pusat hanya 407 orang saja. Meski kurang dari usulan namun kuota yang diberikan pusat tetap diterima daerah.

“Setelah ini akan diinformasikan mengenai rincian lowongan calon ASN sebanyak 407 orang di tiga formasi. Seperti untuk kebutuhan tenaga guru yang diperlukan apa saja akan segera diketahui,” lanjutnya.

Pada pelaksanaan penerimaan calon ASN setelah melamar dan mengajukan berkas maka tahap selanjutnya yakni mengikuti tes. Kegiatan dikatakan Joko Triyono akan dipusatkan di GOR Diponegoro, Kabupaten Sragen. Peserta yang akan tes disana berasal dari daerah Solo Raya yakni Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten dan Kota Solo. Selain itu ditambah dari Kabupaten Blora dan Kabupaten Grobogan.

Penentuan tempat merupakan kewenangan penuh pemerintah pusat dan daerah yang ditunjuk tinggal melaksanakan. Selama tes penerimaan calon ASN nantinya juga akan ditangani sepenuhnya oleh BKN.

“Selama tes semua mutlak ditangani BKN baik pengawasa di dalam maupun lainnya. Petugas di daerah hanya membantu kelancaran kegiatan saja di luar seperti menjaga absen peserta calon ASN,” lanjutnya.

Tes penerimaan calon ASN digelar secara transparan oleh panitia pusat dengan menyediakan tenda bagi pengantar dan layar besar. Fungsi layar yakni menunjukan nilai dari para peserta tes dan hasilnya bisa langsung diketahui banyak orang.

Sebelumnya, Pemkab Sukoharjo memberikan pengumuman lowongan calon ASN melalui situs resmi di www.sukoharjokab.go.id mulai Rabu (19/9) sekitar pukul 12.00 WIB. Informasi tersebut sekaligus sosialisasi ke masyarakat yang sering bertanya berkaitan dengan rencana rekrutmen calon ASN.

Pengumuman lowongan sebagai calon ASN tertuang dalam nomor 810/2440/2018 tertanggal 19 September 2018 dan ditandatangani Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya. Dalam pengumuman tersebut juga dijelaskan kebutuhan formasi lowongan calon ASN berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia tanggal 30 Agustus 2018 Nomor 330 Tahun 2018 tentang Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Kabupaten Sukoharjo Tahun 2018.

“Sistem penerimaan dilakukan secara terbuka dan online. Jadi sangat ketat dan masyarakat kami minta jangan terjebak oknum atau calo yang menjanjikan bisa diterima jadi ASN. Kalau ada calo seperti itu maka langsung saja laporkan ke polisi,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
Rahmatan Lil’Alamiin

Secara etimologis, aqidah berakar dari kata ‘aqada- ya’qudu-‘aqdan-‘aqidatan. Aqdan berarti simpul ikatan, perjanjian dan kokoh. Setelah berbentuk menjadi aqidah berarti

Close