OPERASI 2 MINGGU, POLDA TANGKAP 27 PERAMPOK-8 Anak Terlibat Perampokan

MERAPI-SAMENTO SIHONO Pelaku Curas saat digelandang ke Mapolda DIY tanpa penutup kepala.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Pelaku Curas saat digelandang ke Mapolda DIY tanpa penutup kepala.

DEPOK (MERAPI)- Petugas Ditreksrimum Polda DIY berhasil mengungkap 13 kasus perampokan dengan total tersangka 27 orang dalam Operasi Curas Progo 2018 yang berlangsung dua minggu, yakni mulai 1 hingga 14 September. Dari jumlah itu, 8 pelaku di antaranya masih berstatus di bawah umur atau anak-anak.
“Sebanyak 18 tersangka di antaranya masuk dalam daftar target operasi atau buruan kami,” ujar Dirreskrimum Polda DIY Kombespol Hadi Utomo kepada wartawan, Kamis (20/9).
Dikatakan, polisi juga mengamankan 47 barang bukti, yakni alat kejahatan dan beberapa hasil pencurian.
“Barang bukti yang diamankan mulai dari barang elektronik hingga kendaraan bermotor,” beber Kombes Hadi Utomo.
Dikatakan, dalam operasi ini, polisi mengungkap berbagai macam kejahatan modus curas. Mulai dari jambret, begal hingga penodongan dan perampokan murni. Semuanya 13 kasus yang terjadi di DIY selama 2 minggu. Dikatakan, dari 27 pelaku yang ditangkap, delapan pelaku di antaranya masih di bawah umur atau anak-anak. “Empat pelaku (anak-anak) ditangani Polda DIY, tiga orang Polres Sleman, sedangkan satu pelaku bawah umur diamankan Polres Bantul,” ujar Kombes Hadi.

Meski pelaku berstatus di bawah umur, kata dia, namun seluruhnya telah melalui proses penyidikan. Bahkan tersangka di wilayah hukum Polres Bantul telah P21 atau selesai pemberkasan dan siap diadili. Menurut Hadi, tidak ada pengecualian penanganan meski pelaku berstatus di bawah umur. Mereka tetap diproses hukum dengan acuan UU Nomor 11/2012 tentang Peraturan Peradilan Anak.
“Tidak ada pengecualian, bedanya hanya di cara menyidiknya, penahanan hingga persidangan. Prinsipnya jika bersalah tetap ditindak tapi sesuai norma hukum yang berlaku,” katanya.
Menurut Hadi, operasi ini awalnya memang hanya menarget 19 tersangka yang ada dalam daftar target operasi (TO). Namun ternyata justru bertambah delapan tersangka non TO berdasar pengembangan penyidikan dan saat penangkapan di lapangan.

“Mayoritas pelakunya berusia di bawah 30 tahun. Artinya para pelaku tergolong dalam usia produktif. Beberapa di antaranya tercatat sebagai residivis kasus kejahatan,” tandasnya. Hingga kemarin, para pelaku masih menjalani proses hukum di Polda DIY. Kombes Hadi memastikan, operasi serupa bakal terus digelar untuk menciptakan rasa aman di masyarakat. (Shn)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
LIGA PSSI SLEMAN SEMBADA – Liga Dua Digelar Pekan Depan

  SLEMAN (MERAPI) - Liga PSSI Sleman Sembada bakal mulai digelar pekan depan. Rencananya Liga Dua akan akan digelar terlebih

Close