ANAK KOS SATRONI KAMAR BAPAK KOS-Pencuri Minta Maaf Usai Gondhol Barang Mewah

DEPOK (MERAPI)- Seorang anak kos, KM (26) warga Bojong, Tegal, Jawa Tengah berhasil diringkus polisi usai mencuri jam dan perhiasan emas senilai ratusan juta rupiah milik pemilik kos tempatnya tinggal, Sultan Zuniarma (30) di Puri Pertama, Condongcatur, Depok, Sleman. Padahal, pelaku baru sebulan tinggal di kos-kosan itu.
“Usai mencuri, tersangka sempat mengirimkan pesan kepada korban meminta maaf sudah mencuri. Namun tersangka berhasil kita tangkap tak lama setelah kejadian,” ujar Kapolsek Depok Timur Kompol Paridal kepada wartawan, Rabu (19/9).
Dalam pesan yang dikirim melaui Whatsapp tersebut, kata Paridal, tersangka menyampaikan permintaan maaf karena sudah mencuri dan mempersilakan korban untuk melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.
Paridal menjelaskan, peristiwa itu bermula saat tersangka menyewa rumah kos milik Sultan Zuniarma (30) di Puri Pertama, Condongcatur, Depok, Sleman. Tanpa menaruh curiga, korban menerima tersangka kos di rumahnya dengan persyaratan yang ada.
Namun naas, saat seminggu tinggal di rumah kos, tersangka lantas menggasak barang berharga milik korban yang berada di dalam kamar. Saat kejadian, rumah dalam keadaan sepi lantaran korban dan istrinya sedang nonton bioskop.

Akibat pencurian tersebut korban mengalami kerugian enam jam tangan, satu kotak perhisan senilai Rp 100 juta dan uang tunai sebesar Rp 11,5 juta. Usai kejadian tersebut korban lantas melaporkan kasus pencurian ke Polsek Depok Timur.
“Usai mencuri, tersangka langsung pergi serta membawa barang-barang di kamar kosnya. Tersangka kita tangkap tak lama usai korban melapor,” tandasnya.
Kanit Reskrim Polsek Depok Timur Iptu Alvano Ramadan menambahkan, dari hasil penelusuran, tersangka berhasil ditangkap di sebuah tempat karaoke di daerah Jalan Kaliurang. Saat ditangkap, tersangka KM langsung mengakui perbuatannya.
“Barang hasil curian belum sempat dijual, masih disimpan di dalam mobil sewaan,” katanya.

Dikatakan Alvaro, motif tersangka melakukan pencurian lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. Tersangka yang kesehariannya bekerja di sebuah agen tour and travel itu mengaku juga sering main judi online.
“Korban juga sempat menagih uang sewa kamar kos tapi tersangka mengaku belum punya uang,” jelas Alvano.
Akibat perbuatannya, tersangka harus mendekam di sel tahanan Polsek Depok Timur. Tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun kurungan penjara. (Shn)

Read previous post:
MENYERAH 0-3 DARI MARTAPURA FC – ‘False Nine’ Gagal, PSIM Terganjal

  MARTAPURA (MERAPI) - Strategi ‘false nine’ yang diterapkan PSIM Yogya saat menghadapi Martapura FC pada pertandingan pekan ke-17 Liga

Close