MULAI DIADILI DI PN BANTUL-Pembunuh Janda Jumiyati Punya 2 Istri

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM Terdakwa dikawal petugas menuju sel tahanan usai menjalani sidang pembacaan dakwaan
MERAPI-YUSRON MUSTAQIM
Terdakwa dikawal petugas menuju sel tahanan usai menjalani sidang pembacaan dakwaan

BANTUL (MERAPI)-Seorang satpam sebuah SMP Negeri di Yogya, Sup bin Trisno Hartoyo (48) warga Mendungan II Margoluwih Seyegan Sleman yang merupakan pelaku pembunuhan janda Jumiyati alias Menik warga Pandak, Bantul mulai diadili di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Selasa (18/9). Dalam persidangan diketahui jika terdakwa ternyata sudah memiliki dua orang istri.
Terdakwa didakwa telah melakukan pembunuhan serta merampas sepeda motor dan HP milik korban yang juga kekasihnya. Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa Wahyu Dwi Oktafianto SH di hadapan majelis hakim diketuai Sri Wijayadi Tanjung SH serta penasihat hukum Suhu W Cipta Hutama SH dan R Widhie Arie Sulistyo SH MHum terungkap, awalnya terdakwa berkenalan dengan korban melalui media sosial facebook pada 25 Mei 2018 dan keduanya janjian bertemu di perempatan Ganjuran Bambanglipuro Bantul. Selang dua hari kemudian, terdakwa bertemu dengan korban dan mengajak belanja ke sebuah swalayan di Jalan Godean dan dibelikan pakaian.
Selanjutnya di lain hari keduanya kembali bertemu di depan RS PKU Muhammadiyah Bantul. Korban meminta terdakwa mengantar mengecek dagangan minumannya di Cepit dan di Jalan Wates menggunakan motor Honda Scoopy milik korban.

Setelah itu keduanya jalan-jalan menuju Alun-alun Utara Yogyakarta. Dalam perbincangan di jalan, korban meminta terdakwa membelikan sepeda motor Yamaha NMAX sambil marah-marah.
Setelah itu keduanya berboncengan meninggalkan Alun-alun Utara lewat Jalan Imogiri Timur dan sempat berhenti di Lapangan Trimulyo. Di tempat itu korban kembali meminta dibelikan NMAX sambil memukul terdakwa dengan helm. Karena kesal, terdakwa melanjutkan perjalanan menuju ke POM Patalan untuk mengisi bensin sebelum berniat mengantarkan korban pulang ke rumah.
Korban kemudian mengajak terdakwa untuk mampir ke rumah temannya di Cepoko melewati jalan sebelah utara Kantor Desa Patalan. Tetapi sampai di bulak sawah Cepoko, korban meminta berhenti untuk buang air kecil. Setelah itu keduanya duduk-duduk di gubug dan korban kembali marah-marah agar segera dibelikan sepeda motor NMAX.

Merasa ditekan, terdakwa emosi dan mendorong korban hingga jatuh ke tanah. Melihat potongan kayu, terdakwa mengambil dan memukul ke arah wajah korban satu kali. Saat korban jatuh telungkup, terdakwa kembali memukul kepala bagian belakang hingga korban diketahui meninggal dunia.
Setelah membunuh korban, terdakwa lalu mengambil sepeda motor Honda Scoopy dan HP Samsung Galaxy Ace 1 untuk dimiliki. Akibat perbuatan tersebut, terdakwa dijerat pasal berlapis yakni pasal 339 KUHP dan 338 KUHP.
Seperti diketahui, pelaku diamankan di persembunyianya di Dusun Bopongan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Minggu (3/6) lalu. Terdakwa yang sudah memiliki 2 orang istri itu mengaku nekat menghabisi kekasihnya itu karena kesal dimintai uang.(C-5)

Read previous post:
KOMPETISI PSSI YOGYA – HW UMY Tundukkan SO

  YOGYA (MERAPI) - HW UMY berhasil memetik poin penuh pada laga keduanya dalam lanjutan Liga 1 Askot PSSI Yogya

Close