Terdampak Kekeringan, 5.095 Jiwa Kekurangan Air Bersih

Ilustrasi kekeringan

SUKOHARJO (MERAPI) – Sebanyak 1.571 Kepala Keluarga (KK) atau 5.095 jiwa kekurangan air bersih terdampak kekeringan. Kemarau panjang menyebabkan mereka terpaksa mengandalkan mendapatkan air bersih dari bantuan kiriman donatur berbagai pihak. Pemkab Sukoharjo menjamin warga mendapatkan air bersih secara gratis untuk memenuhi kebutuhan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, Selasa (18/9) mengatakan, kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan sangat dirasakan dampaknya bagi ribuan warga khususnya di wilayah Kecamatan Tawangsari dan Kecamatan Weru. Warga disana sangat mengandalkan air bersih dari sumur dan kondisinya sekarang kering karena terdampak kemarau panjang.

Kekeringan mengakibatkan warga di dua kecamatan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Merekapun sekarang mengandalkan air bersih bantuan dari berbagai pihak. Kiriman bantuan diterima warga hampir setiap hari menggunkan truk tangki air.

Di Kecamatan Tawangsari wilayah terdampak kekeringan yakni di Desa Watubonang. Sedangkan di Kecamatan Weru di Desa Alasombo, Desa Jatingarang, Desa Ngreco, Desa Tawang dan Desa Karangmojo. Wilayah tersebut merupakan langganan kekeringan setiap tahun saat kemarau panjang. Diperkirakan apabila hujan tidak segera turun maka jumlah warga terdampak kekeringan semakin bertambah. Sebab beberapa sumur warga di kedua kecamatan tersebut debit airnya terus menurun.

“Total ada 1.571 KK atau 5.095 jiwa di dua kecamatan dari total 12 kecamatan di Sukoharjo. Wilayah terdampak kekeringan berada di Kecamatan Tawangsari dan Kecamatan Weru,” ujarnya.

Meski terdampak kekeringan namun ribuan warga di Kecamatan Tawangsari dan Weru tidak sampai mengalami kekurangan air bersih. Sebab kebutuhan air bersih sepenuhnya sudah dicukupi oleh Pemkab Sukoharjo. BPBD Sukoharjo menjamin air bersih akan terus dikirim ke warga yang membutuhkan.

“Bantuan air bersih dikirim ke warga tidak hanya dari Pemkab Sukoharjo saja tapi juga pihak swasta dan instansi lain yang peduli terhadap warga terdampak kekeringan,” lanjutnya.

Warga yang sudah mendapatkan air bersih diminta untuk memaksimalkan pemanfaatannya khususnya memenuhi kebutuhan rumah tangga. BPBD Sukoharjo juga meminta pada warga untuk berhemat dan tidak membuang air tanpa keperuntukan yang bermanfaat.

“Total sudah ada droping air bersih sebanyak 166 tangki atau dengan kapasitas 4.000 liter sudah diantar ke lokasi kekeringan dan diterima warga yang membutuhkan,” lanjutnya.

BPBD meminta pada masyarakat untuk selalu waspada terhadap dampak kekeringan akibat kemarau panjang diperkirakan sampai Oktober mendatang. Selama dua bulan kedepan petugas juga akan melakukan pemantauan penuh sebagai antisipasi meluasnya wilayah terdampak kemarau yang menyebabkan warga kekurangan air bersih.

Wilayah terdampak kekeringan di Kecamatan Tawangsari dan Kecamatan Weru berada di perbukitan kering. Karakteristik tersebut membuat warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Kecamatan Bulu juga memiliki karakteristik di perbukitan namun disana belum terdampak kekeringan karena kebutuhan air bersih masih terpenuhi. Warga di Kecamatan Bulu juga belum mengajukan bantuan air bersih,” lanjutnya.

Wakil Komandan SAR Sukoharjo Muclis mengatakan, suhu udara dalam beberapa hari terakhir memang sangat panas. Kondisi tersebut berdampak pada lingkungan menjadi kering. Sumur warga disejumlah desa diketahui mengering karena tidak ada suplai dari hujan. Meski ada wilayah terdampak kekeringan namun kebutuhan air bersih warga masih dapat dipenuhi oleh Pemkab Sukoharjo. Bahkan droping air bersih juga dilakukan oleh sejumlah instansi lainnya. Bantuan air bersih diharapkan dapat menolong dan dimanfaatkan warga selama musim kemarau.

“Prediksinya memang kemarau sampai Oktober tapi bagaimanapun masyarakat tetap waspada dengan potensi perubahan cuaca yang sulit ditebak,” ujarnya. (Mam)

Read previous post:
Pendaftaran CPNS Dimulai

PATI (MERAPI) - Bupati Pati, H Haryanto SH MM MSi mengingatkan warganya yang mendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) supaya

Close