Pasar Prawirotaman Jadi Pusat Produk Kreatif

UMBULHARJO (MERAPI) – Pembangunan pasar khusus produk industri kreatif di Kota Yogyakarta terus dirancang. Pada tahap awal pasar produk industri kreatif itu akan menempati Pasar Prawirotaman setelah direvitalisasi. Keberadaan pasar khusus industri kreatif itu untuk mendukung pemasaran produk kreatif warga Kota Yogyakarta.

“Selama ini pasar yang ada konvensional menjual barang kebutuhan masyarakat tapi produknya bukan dari warga Yogya. Makanya ke depan kami akan membangun pasar industri kreatif untuk memasarkan produk warga Yogya,” kata Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Senin (17/9).

Dia menjelaskan pasar industri kreatif tidak hanya untuk memasarkan produk kreatif ke masyarakat. Tapi juga mempertemukan para pelaku pihak terkait untuk berbagi mengenai industri kreatif. Keberadaan pasar industri kreatif dinilainya menjadi bukti pelaku serius bukan menjadikan produktivitas industri kreatif sebagi sambilan.

“Di pasar industri kreatif disediakan tempat untuk <I>sharing<P>, <I>display<P> produk dan <I>workhshop<P> bagiamana cara memproduksi produk kreatif,” ujarnya.

Rencananya, pasar produk industri kreatif ini akan ada di dua lokasi yaitu di Yogyakarta bagian selatan dan Yogyakarta bagian utara. Dia menyatakan di Yogyakarta selatan, pasar industri kreatif akan menempati lantai atas Pasar Prawirotaman setelah direvitalisasi menjadi empat lantai. Diharapkan revitalisasi pasar itu bisa dilaksanakan pada 2019 atau 2020.

“Pasar Prawirotaman lokasinya strategi karena pusat wisatawan terutama mancanegara. Makaya yang bawah utuk pasar produk kebutuh poko yang lantai atas rencananya untuk pasar produk industri kreatif,” tutur Heroe.

Pihaknya belum depat memastikan lokasi pasar produk industri kreatif untuk di Yogyakarta bagian utara. Tetapi tetap akan disiapkan lokasi yang dinilai strategis. Saat ditanya kemungkinan produk pasar industri kreatif yang tumpah tindih dengan Pasar Pasar Seni dan Kerajinan Yogyakarta XT-Square, dia tak sependapat.

“Pasar produk industri kreatif ini beda konsepnya dengan XT Square yang memilik tempat-tempat wisata. Ini benar-benar seperti pasar,” imbuhnya.

Secara terpisah Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan Atraksi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Edi Sugiarto mengatakan, siap mendukung rencana pembangunan pasar produk industri kreatif. Dia berpendapat potensi industri kreatif di Yogyakarta beragam karena ada 16 sub sektor industri kreatif.

“Kami sedang mendata potensi industri kreatif di Yogya. Ada beberapa sub sektor yang menjadi unggulan seperti fashion dan kuliner. Tetapi, sub sektor lain tetap dikembangkan,” ucap Edi. (Tri)

Read previous post:
PSS Waspadai Set Piece Persiba

  SLEMAN (MERAPI) - Tim Pelatih PSS Sleman sudah punya bayangan bagaimana pola permainan Persiba Balikpapan saat bertandang ke Stadion

Close