TEKANAN SISA KOMPETISI BERAT – PSS Kembalikan Tipikal Gonzales

 

SLEMAN (MERAPI) – Tim Pelatih PSS Sleman langsung menggeber evaluasi usai kekalahan tiga gol tanpa balas dari Martapura FC di Pekan ke-16 Liga Grup Timur Jumat (14/9) lalu. Ada dua catatan yang dibawa pulang Pelatih Kepala PSS, Seto Nurdiyantoro usai menyaksikan penampilan anak asuhnya di Stadion Demang Lehman.

 

Pertama, adalah penyelesaian akhir lini depan. Kedua, mencari taktik yang pas untuk Christian Gonzales. Usai pemulihan kondisi di lapangan Senin (17/9) ini, Tim Pelatih berjanji memperbaiki tim dari dua catatan itu.

 

“Kondisi tim memang masih fluktuatif ya. Kadang penyelesaian akhir bisa bagus, kadang kurang sekali. Di pertandingan kemarin ada peluang emas yang harusnya 100 persen gol tapi gagal. Tapi kami bersyukur bahwa kekalahan kemarin tidak memengaruhi mental para pemain. Mental mereka masih sama dan siap mengganti poin yang hilang,” kata Seto, Minggu (16/9).

 

Sedangkan soal Gonzales, dari lima pertandingan yang sudah dilakoni striker naturalisasi asal Uruguay itu, ia selalu diposisikan menjadi defending striker. El Loco lebih banyak jadi pemantul bola yang membuka ruang untuk pemain box to box Ichsan Pratama dan dua penyerang sayap, Rifai Lastori dan Slamet Budiono. Melawan Martapura FC kemarin jadi pengalaman pertama Gonzales berduet dengan I Made Wirahadi yang punya karakter sama. Seto mengatakan punya tugas mengembalikan tipikal Gonzales sebagai predator di kotak penalti lawan.

 

“Gonzales selama bermain selalu jadi pemantul bola, sendirian dia di depan. Perlu diasah kembali agar bisa jadi predator mematikan di kotak penalti lawan saat diduetkan dengan pemain lain dalam formasi pendamping 4-4-2. Memang benar usia tidak bisa dibohongi, tapi pengalaman dan kematangannya di tim masih sangat diperlukan. Dia bisa juga mengangkat mental dalam pertandingan,” sambung Seto.

 

Kekalahan atas Martapura FC membuat persaingan di Grup Timur memanas. Madura FC yang naik ke puncak klasemen sementara sama-sama mengumpulkan 31 poin dengan PSS di posisi dua. Sedangkan Kalteng Putra di peringkat tiga hanya selisih satu poin dengan PSS dan Madura FC. Situasi ini membuat PSS berada di bawah tekanan karena tidak boleh lagi kehilangan poin di sisa pertandingan Grup Timur. Melihat lawan PSS di sisa putaran dua, hanya PSIM Yogyakarta dan PSMP Mojokerto yang berpeluang menyulitkan.

 

“Tekanannya makin besar di sisa putaran dua ini. Mental pemain memang masih stabil dan salah satu cara mengatasi itu adalah menginstruksikan mereka bermain lepas di tiap pertandingan. Jangan menambah beban lagi ketika mereka bertanding,” tegas Seto.

 

Di pekan ke-17 PSS akan menjamu Persiba Balikpapan di Stadion Maguwoharjo Kamis (20/9) nanti. Persiapan memang masih pendek namun Seto yakin evaluasi bisa diselesaikan. Di luar itu, Seto juga tengah bersiap kembali kehilangan Jodi Kustiawan. Bek tengah yang juga kapten Laskar Sembada itu mengalami robek pelipis kiri saat melawan Martapura FC. Hingga kini kondisi Jodi masih dipantau Tim Dokter PSS. Tim Dokter juga tengah menunggu kondisi terbaru Zamzani, Dave Mustaine, dan Slamet Budiono yang sudah cukup lama absen karena cedera.

 

“Lawan Persiba nanti kami belum tahu apakah bisa menurunkan Jodi atau tidak karena robekan di pelipis kirinya masih terus dipantau tim. Andai tiga hari ke depan membaik dan Jodi sendiri siap akan kami turunkan karena pemainnya terbatas saat ini. Kalau memang belum sembuh, lagi-lagi kami harus memanfaatkan para pemain yang ada,” sambung Pelatih asal Kalasan itu. (Des)

Read previous post:
32 BESAR DIMULAI NOVEMBER – Persiba Perpanjang Libur Latihan

  BANTUL (MERAPI) - Penyelenggaraan babak 32 besar kompetisi Liga 3 Nasional yang dijadwalkan mmulai 24 November mendatang, membuat Persiba

Close